BNPT harap nilai adat budaya bisa persempit ideologi terorisme

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Polisi Boy Rafli Amar berharap nilai-nilai adat dan budaya bisa mempersempit ideologi terorisme di Tanah Air.

"Pelestarian nilai-nilai adat merupakan bagian dari upaya mempersempit masuknya ideologi terorisme yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai adat bangsa Indonesia," kata Boy Rafli Amar melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNPT usai meresmikan Pendopo Kesatuan Keluarga Besar Kesepuhan (KKBK) Provinsi Jawa Barat dan Banten di Desa Cicareuh, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga: BNPT tekankan pentingnya transformasi moderasi beragama pada mahasiswa

Ia mengatakan melalui peresmian Pendopo KKBK, maka nilai-nilai adat dan budaya kesepuhan yang ada di Jawa Barat dan Banten yang dilestarikan dengan baik bisa menangkal terorisme.

"Kami berharap Pendopo KKBK ini menjadi tempat dalam melestarikan nilai-nilai adat Nusantara, khususnya Jawa Barat dan Banten," kata dia.

Ia mengatakan nilai-nilai adat budaya yang dimiliki bangsa Indonesia begitu luar biasa. Termasuk nilai adat dari kesepuhan di Jawa Barat dan Banten. Hal itu harus bisa dimanfaatkan untuk mempersempit ruang gerak ideologi terorisme yang merupakan ideologi transnasional.

Baca juga: Boy Rafli: Pemuda harus dibekali moderasi agama agar cegah radikalisme
Baca juga: BNPT: Interaksi di medsos harus selektif putus mata rantai terorisme

Sementara itu, Ketua umum KKBK Raden Abah Haji Surya Atmaja menyambut baik berdirinya pendopo yang diresmikan Kepala BNPT. Selain untuk melestarikan nilai adat dan budaya, pendopo itu diharapkan bisa menangkal paham radikal dan terorisme.

"Kami berjuang agar pendopo ini dapat berdiri dalam rangka melestarikan budaya Sunda dan Banten. Tolong digunakan dengan baik," ujarnya.