BNPT: Kerja sama dengan perguruan tinggi strategis cegah terorisme

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengatakan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi strategis dalam mencegah dan melawan kejahatan terorisme serta penyebaran paham intoleran.

"Caranya dengan mendorong para dosen untuk lebih berperan mencegah masuknya paham radikal terorisme," kata Sekretaris Utama BNPT RI Mayjen TNI Dedi Sambowo melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dedi mengatakan apabila upaya tersebut telah diterapkan maka mahasiswa dan civitas akademik diharapkan memiliki imunitas atau daya tangkal terhadap paham intoleran dan terorisme.

Hal tersebut ia sampaikan saat menerima Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten Wawan Wahyuddin di Kantor BNPT RI di Sentul Bogor.

Dedi mengatakan program-program kolaborasi bersama antara perguruan tinggi termasuk UIN Banten akan digulirkan dengan harapan mahasiswa memiliki imunitas dari pengaruh intoleran radikal.

Ia menegaskan BNPT terus memacu kolaborasi dengan entitas perguruan tinggi mengingat pentingnya melindungi mahasiswa di Indonesia dari pengaruh paham intoleran dan bahaya terorisme.

"Kita terus memacu kolaborasi karena mahasiswa merupakan aset bonus demografi tahun 2030 dan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Sementara itu, Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten Wawan Wahyuddin mengatakan kedatangannya ke BNPT untuk melakukan kerja sama khususnya dalam hal pencegahan terorisme di lingkungan kampus.

Wawan menegaskan pentingnya mahasiswa terbebas dari pengaruh ideologi terorisme. Dengan demikian, mahasiswa bisa berperan maksimal bagi kemajuan masyarakat dan bangsa Indonesia ke depannya.

Apalagi, Indonesia akan menghadapi bonus demografi yaitu tingginya jumlah populasi usia muda. Bila generasi muda memiliki cara berpikir dan kemampuan yang mumpuni, maka Indonesia akan maju pesat, kata dia.

"Peran kaum muda termasuk mahasiswa di era kini sangat dibutuhkan karena mereka akan menjadi pemimpin pada tahun 2045," ujarnya.

Oleh karena itu, segala bentuk ancaman seperti terorisme harus dicegah agar bonus demografi Indonesia benar-benar memiliki produktivitas tinggi.

Baca juga: BNPT tegaskan penyintas terorisme merupakan kewajiban negara

Baca juga: Kepala BNPT tegaskan negara lindungi hak korban terorisme saat di sidang PBB

Baca juga: Boy Rafli: Pemuda harus dibekali moderasi agama agar cegah radikalisme