BNPT libatkan multipihak sebagai upaya pencegahan terorisme

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar mengatakan pihaknya melibatkan berbagai pihak sebagai upaya pencegahan terorisme di Indonesia.

"Dalam penanggulangan terorisme, seluruh elemen bangsa bekerja sama untuk mencegah dan menanggulangi terorisme sampai ke akar-akarnya," kata Boy di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan keterlibatan berbagai pihak itu dijabarkan dalam konsep Pentahelix, dengan BNPT sebagai leading sector dalam penanggulangan terorisme.

Dengan demikian, diharapkan menghasilkan berbagai rumusan dan melaksanakan kebijakan untuk mencegah potensi ancaman dan menguatkan imunitas masyarakat dalam menangkal pengaruh kelompok radikal terorisme.

Baca juga: Mahfud MD tegaskan terorisme tak melulu bermotif agama tertentu

Dia mengatakan BNPT mengembangkan grand strategy tersebut dengan melibatkan beragam unsur, di antaranya instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat sipil, akademisi, media, dan pelaku usaha.

BNPT telah melaksanakan sejumlah nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama, di antaranya dengan 46 kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L) melalui program sinergisme.

Sebanyak enam K/L yang terlibat dalam penanggulangan terorisme tersebut tersebar di lima provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah.

Baca juga: Boy Rafli harap kontribusi 12 tahun BNPT untuk keutuhan NKRI

BNPT juga melakukan pembangunan infrastruktur fisik, seperti rumah susun, rumah ibadah, balai latihan kerja, dan sarana publik lain, beserta pembangunan non-fisik seperti pelatihan keterampilan wirausaha, pengembangan wawasan keagamaan, hingga moderasi beragama.

"BNPT bekerja sama dengan 11 organisasi masyarakat dan keagamaan, 12 lembaga pendidikan dan lembaga riset, media, serta 19 badan usaha milik negara dan daerah," jelasnya.

Dia mengingatkan peran dan kontribusi masyarakat luas dan lingkungan sosial sangat sangatlah krusial, baik dalam rangka memutus rantai penyebaran ideologi, mendeteksi keberadaan kelompok teroris, maupun dalam mengontrol tindak-tanduk jaringan kekerasan.

"Setiap unsur bangsa dengan tugas dan fungsinya masing-masing harus mampu bersinergi agar dapat bahu-membahu mewujudkan Indonesia Harmoni," ujar Boy.

Baca juga: Menkopolhukam tegaskan radikalisme dan terorisme musuh negara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel