BNPT Perkuat Sinergi Bareng KPK dan BNN Lawan Terorisme, Korupsi, hingga Narkoba

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam menangani kejahatan luar biasa yakni terorisme, narkoba, dan korupsi.

Kepala BNPT Boy Rafli Amar menyampaikan, sinergitas BNPT, BNN, dan KPK harus dilakukan demi menguatkan sendi negara dari degradasi moral, utamanya kepada generasi muda Indonesia.

"Melalui upaya bersama ini potensi ancaman di tiga kejahatan ini akan tereliminasi dengan baik. Kolaborasi ini juga dengan masyarakat luas, menjadi bagian penting agar kita bergandeng tangan dalam menghadapi musuh negara," tutur Boy Rafli dalam keterangannya, Kamis (25/11/2021).

Menurut Boy Rafli, kolaborasi ketiga lembaga tersebut akan fokus pada upaya pencegahan. Dalam kejahatan terorisme misalnya, kemajuan teknologi sangat berkontribusi dalam meningkatnya aktivitas terorisme.

Proses radikalisasi, perekrutan, hingga pendanaan terorisme dapat dilakukan melalui internet. Fenomena tersebut melahirkan aktor tunggal atau lone wolf dalam aksi terorisme, seperti yang terjadi di Mabes Polri pada awal tahun 2021 lalu.

"Kelompok radikal sangat sadar dengan media sosial, mereka pun jadi sistematis karena didukung sumber pendanaan besar, sehingga dengan uang itu mereka melakukan radikalisasi dan aksi terorisme," jelas dia.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Penguatan Nilai Kebangsaan

Kemudian, lanjut Boy Rafli, narco-terrorism atau aksi terorisme yang didanai dari perdagangan gelap narkoba telah banyak dilakukan di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Terorisme dan korupsi juga terkait satu dengan yang lain sebab dapat menjadi pemicu radikalisme dan terorisme imbas dari kesejahteraan masyarakat.

"Kini tidak ada masyarakat yang imun dari radikalisme dan terorisme. Paham tersebut masuk ke tiap sendi negara ini, termasuk di lembaga negara, lembaga pendidikan, bahkan organisasi keagamaan. Perlu ada penguatan nilai kebangsaan yang didukung oleh pemerintah dan masyarakat agar tercipta daya tangkal terhadap radikalisme dan terorisme," Boy Rafli menandaskan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel