BNPT tekankan pentingnya transformasi moderasi beragama pada mahasiswa

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menekankan pentingnya transformasi moderasi beragama kepada para mahasiswa dalam upaya mencegah penyebaran paham radikal dan aksi terorisme yang kerap disebarkan melalui media sosial.

"Transformasi moderasi beragama penting sebagai salah satu vaksin untuk menghadapi virus radikal terorisme yang penyebarannya ramai melalui dunia maya," kata Kepala BNPT Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Baca juga: BNPT ajak generasi muda tidak mudah diadu domba virus intoleransi

Hal itu ia sampaikan di hadapan civitas academica termasuk 5.883 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.

Menurut Komjen Boy, moderasi beragama penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, kelompok terorisme melakukan propaganda yang berusaha memecah belah masyarakat. Oleh karena itu, nilai toleransi dan karakter keindonesiaan harus dibangun pada generasi muda.

Selain memberikan pemahaman tentang upaya-upaya yang bisa dilakukan dalam mencegah terorisme dan paham radikal, Boy juga mengajak seluruh civitas academica UIN Sumatera Utara mendeklarasikan diri menjadi relawan moderasi beragama BNPT.

Mantan Kadiv Humas Polri ini menekankan propaganda intoleransi, radikalisme dan terorisme yang kerap mengatasnamakan agama berpotensi menciptakan polarisasi di masyarakat. Sehingga penting bagi generasi muda untuk meningkatkan pemahaman nilai-nilai moderasi beragama.

Di samping itu, Kepala BNPT juga melihat pentingnya kemampuan literasi digital dalam menangkal radikalisme terorisme di dunia maya. Oleh sebab itu, civitas academica UIN Sumatera Utara harus menjadi pengguna media sosial yang bijak.

"Literasi digital harus jadi ilmu pengetahuan umum di UIN karena hari ini semuanya ada di media sosial," kata dia.

Namun, para generasi muda harus tetap sadar dalam menggunakannya. Penting bagi siapa saja jangan jadi bagian yang mengirim pesan misinformasi apalagi bernada kebencian karena itu benih intoleransi yang menyuburkan aksi kekerasan atau terorisme, jelas dia.

Baca juga: BNPT: Anggota Polda Lampung harus miliki imunitas dari paham radikal
Baca juga: Boy Rafli: Pemuda harus dibekali moderasi agama agar cegah radikalisme