BNPT Ungkap WNI Terlibat ISIS Juga Sokong Peralatan Teknologi

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan Mabes Polri terus mendalami tudingan Amerika Serikat (AS) terhadap 5 Warga Negara Indonesia (WNI) sebagai fasilitator dan mendanai keuangan ISIS di Indonesia, Suriah, dan Turki.

Dari kelima orang WNI tersebut, ada yang baru saja keluar dari penjara pada Senin 9 Mei 2022. Dia adalah Rudi Heryadi, yang dideportasi dari Turki pada 27 September 2019.

"Proses pidana baru keluar bebas bersyarat kemarin 9 Mei 2022," kata Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ahmad Nurwahid kepada merdeka.com, Jumat (13/5).

Berikut nama 5 orang tersebut beserta perannya:

1. Dwi Dahlia Susanti (Asal Tasikmalaya).
Menjadi fasilitator keuangan ISIS sejak 2017 dan telah membantu mengirimkan uang yang melibatkan individu di Indonesia, Turki, dan Sunah.

2. Rudi Heryadi (Asal Bogor).
Memberikan informasi kepada sesama rekan ekstremis tentang potensi perjalanan ke daerah-daerah yang didominasi ISIS, termasuk di Afghanistan, Mesir, Afrika, dan Yaman pada pertengahan 2019.

3. Ari Kardian (Asal Tasikmalaya)
Memfasilitasi perjalanan WNI ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

4. Muhammad Dandi Adhiguna (Asal Gresik) Memberikan bantuan kepada Susanti. Bantuan itu termasuk dalam hal keuangan dan operasional.

5 Dini Ramadhani (Asal Tegal, Jateng)
Membantu memberikan dukungan finansial, peralatan teknologi, dan jasa kepada Susanti. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel