Bobby Nasution Akan Bangun Ruang untuk Wartawan di Balai Kota Medan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, akan memberi ruang di Balai Kota untuk berkumpul wartawan. Dulu, wartawan yang biasa bertugas di Pemerintah Kota (Pemko) Medan disediakan ruangan di bagian Humas. Namun nomenklatur untuk itu telah berubah.

Kini sesuai nomenklatur baru, wartawan yang bertugas di Pemko Medan bernanung di bawah Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Masalahnya, Dinas Kominfo Medan terpisah jauh tak berada satu gedung di Balai Kota.

"Nanti kita buatkan lagi ruang di Balai Kota. Wartawan kumpul di situ. Kalau di Kominfo, wartawan enggak tahu nanti wali kota ke mana. Kalau di Balai Kota, lebih mudah bersilaturahmi," kata Bobby Nasution saat silaturahmi dengan wartawan dan organisasi pers di Tjong A Fie Mansion, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kesawan, Medan Barat, Kota Medan, Jumat, 16 April 2021.

Disinggung soal rencana akan membuat pertemuan rutin dengan insan pers, Bobby juga tidak menampik. Ditegaskan Bobby, sejak awal dirinya sudah tegaskan, kegiatan wali kota, wakil, dan Operasi Perangkat Daerah (OPD) harus jelas dapat diketahui oleh masyarakat

"Tentu mitra untuk itu adalah kawan-kawan wartawan. Ya, kita akan update terus. Ke depan akan terus diperbaiki," ucap menantu Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

5 Program Prioritas

Bobby meminta masukan dan saran Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita G Rahayu
Bobby meminta masukan dan saran Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, Hevearita G Rahayu

Pada kesempatam tersebut Bobby juga menjelaskan 5 program prioritas Pemko Medan di bawah kepemimpinannya. Adapun 5 prioritas tersebut adalah kesehatan yang utama. Bahwa Covid-19 harus segera enyah dari Kota Medan.

"Alhamdulillah, sekarang Medan sudah turun setingkat jadi zona oranye dari merah. Target kita tentu agar jadi zona hijau. Itu butuh bantuan kawan-kawan wartawan untuk terus edukasi ke masyarakat," ucapnya.

Kedua persoalan infrastruktur. Bobby optimis dalam dua tahun masalah jalan rusak akan selesai. Ketiga banjir. Persoalan klasik di Kota Medan ini sudah dimulai agar tak lagi jadi masalah. Caranya adalah dengan kolaborasi dengan Kabupaten Deli Serdang dan Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

"Tentunya kita kolaborasi dengan pusat. Kementerian PUPR sudah kita surati, dan terus berkoordinasi agar membantu pendanaan untuk atasi banjir," terang alumni S2 IPB Bogor itu.

Kebersihan Kota Medan

Kawasan kota lama Kesawan dinilai masih bagus, tinggal di-make up sedikit saja, baik dari sisi pendestrian, street furniture, sama ducting
Kawasan kota lama Kesawan dinilai masih bagus, tinggal di-make up sedikit saja, baik dari sisi pendestrian, street furniture, sama ducting

Keempat adalah kebersihan. Belum lama ini, Bobby Nasution bersama Deputi Kemaritiman dan Investasi telah berkunjung ke Talun Kenas, Deli Serdang. Di sana ada lahan Pemko yang terintegrasi dengan Deli Serdang dan Provinsi Sumut, kelak akan jadi Tempat Pengolah Akhir (TPA) sampah.

"Dinas terkait sudah saya perintahkan studi banding sampai ke Bantar Gebang," ujarnya.

Terakhir adalah The Kitchen of Asia. Medan harus kembali punya identitas. Dimulai dari revitalisasi kota tua Kesawan. Maka tak heran dengan segala keterbatasan kawasan kuliner dan seni dibuka bernama Kesawan City Walk.

"Tahun ini juga kita akan revitalisasi gedung-gedung bersejarah di kawasan Kesawan. Untuk mendapatkan yang terbaik kita tak sungkan belajar dari ahlinya, yang sudah berhasil membangun Kota Tua Semarang. Saya sudah ketemu dengan Wakil Wali Kota Semarang. Saya juga sudah kolaborasi dengan kementerian dan Dirjen Cipta Karya," Bobby menandaskan.

Saksikan Video Menarik Berikut ini: