Bobby Nasution dikukuhkan bapak asuh anak stunting Kota Medan

Wali Kota Medan Bobby Nasution dikukuhkan menjadi bapak asuh anak stunting Kota Medan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman selaku duta bapak asuh anak stunting nasional.

"Pendampingan para pimpinan lembaga, institusi dan instansi terhadap anak stunting di Kota Medan yang dilakukan Bobby Nasution menjadi terobosan sangat signifikan," terang Dudung di Belawan, Medan, Kamis (27/10).

Hal ini dikatakannya usai mengukuhkan Wali Kota Medan Bobby Nasution dan sekaligus pencanangan TNI manunggal bangga kencana kesehatan terpadu (MBKKT) dihadiri Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya telah menyampaikan kepada Pangdam I/BB agar pejabat di wilayah Kodam I/BB juga ikut memberikan pendampingan anak-anak stunting (kekerdilan) membantu pemerintah daerah.

"Upaya-upaya yang dilakukan oleh Pak Bobby selaku Wali Kota Medan ini sudah luar biasa menurut saya. Namun upaya penanganan harus bekerjasama dengan pemda, karena memang ini ranahnya pemda," katanya.

Diketahui, data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Medan menyebut jumlah penderita stunting kini 364 balita dari sebelumnya 550 balita di Februari 2022.

"Setelah saya dikukuhkan Kepala BKKBN sebagai bapak asuh stunting, maka saya turunkan ke bawah yakni pangdam, danrem, dandim sampai tingkat koramil harus jadi bapak asuh bagi anak stunting," jelas Dudung.

Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam sambutan mengatakan, bahwa pertumbuhan jumlah penduduk saat ini sangat pesat dan berpotensi memunculkan berbagai permasalahan.

Untuk itu, imbuhnya, pemerintah terus berusaha mengatasi dan menekan pertumbuhan penduduk, salah satu dengan program keluarga berencana.

"Hal itu menjadi dasar kegiatan momentum TNI manunggal bangga kencana kesehatan terpadu digagas Pemkot Medan berkolaborasi Kodim 02/01 Medan. Kita bersama mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera lewat percepatan penurunan stunting di Kota Medan," kata dia.

Wali kota mengungkapkan, momentum TNI MBKKT Kota Medan ini merupakan salah satu program lintas sektoral untuk meningkatkan pencapaian program pembangunan keluarga berencana.

Oleh sebab itu, terangnya, kegiatan ini dirangkaikan juga dengan pengukuhan ayah dan ibu asuh anak stunting di Kota Medan.

Dalam penanganan stunting Pemkot Medan selain menggunakan program yang dimiliki, dan juga terus mengajak pemangku kepentingan secara bersama-sama mengentaskan kekerdilan.

"Kami selalu menyuarakan, mengajak 'stakeholder' untuk bisa menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting Kota Medan, sehingga kami lupa jika diri kami belum menjadi orang tua asuh," tuturnya.

"Atas dasar itu, kami berkolaborasi dengan Forkopimda Kota Medan untuk menjadikan diri kami sebagai orang tua asuh agar apa yang kami ajak dan suarakan kepada seluruh 'stakeholder' sudah kami mulai dari diri kami sendiri," ungkap Wali Kota Medan.

Baca juga: Wali Kota Medan praktikkan menu sehat cegah stunting buku Megawati

Baca juga: Wali Kota Medan ingatkan daging kurban dibagikan ke keluarga stunting