Bobby Nasution Ingin Ciptakan Birokrasi Tanpa Korupsi di Medan

Daurina Lestari, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman mengakui melalui debat pertama ini, memberikan ruang luas kepada masyarakat Kota Medan terhadap visi dan misi paslon nomor urut 2 ini.

Hal itu, diungkapkan Bobby Nasution kepada wartawan, usai menjalani debat pertama Pilkada Medan digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan berlangsung di Hotel Grand Mercure Medan, Sabtu 7 November 2020, dengan tema 'Memajukan Daerah dan Kesejahteraan Masyarakat'.

“Mudah-mudahan debat hari ini. Debat pertama bisa membuka pikiran masyarakat Kota Medan melihat apa yang kami lakukan ke depannya,” kata Bobby.

Pada debat ini, Bobby Nasution ditemani sang istri, Kahiyang Ayu, dan diantar hingga di depan hotel oleh ?Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno.

Baca juga: Tampilan Perdana Bobby Nasution, Menantu Jokowi di Debat Pilkada Medan

Bobby Nasution selama tahapan kampanye di Pilkada Medan mengatakan turun blusukan ke warga-warga untuk menampung aspirasi untuk membangun kota terbesar nomor tiga di Indonesia lebih baik dengan program-program mereka tawar bila terpilih.

“Saya dan Aulia Rahman langsung turun ke masyarakat. Ini lah yang hari ini menjadi visi-misi. Kami buat dari apa yang kami dengar dari masyarakat, dan yang akan kami buat juga menjawab apa yang selama ini masyarakat keluhkan pada kami berdua,” kata Bobby Nasution.

Menantu Presiden Joko Widodo ini mengungkapkan Kota Medan harus memiliki program UMKM untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara pertumbuhan perekonomian.

"Medan harus punya produk turunan (dan) juga kebijakan turunan. Harus ada itu, untuk mem-back-up kalau ada yang kurang ter-cover semuanya,” tutur Bobby.

Dengan itu, suami Kahiyang Ayu itu mengaku bersama timnya sudah memiliki dan menyiapkan program UMKM. Namun, tinggal pengembangan ke depan dengan berkolaborasi bersama Pemerintah Pusat.

“Kami akan tegaskan satu kelurahan satu UMKM, satu sentra bisnis (jadi) ada 2001 startup yang akan kami bangun, itu melihat jumlah lingkungan yang da di Kota Medan,” jelas Bobby Nasution.

Pada saat debat tadi Bobby juga menerangkan poin besar, untuk mensejahterakan Kota Medan, yakni pemimpin harus amanah dan tidak ingkar janji dengan apa-apa disampaikan dalam janji politik kepada masyarakat.

“Lalu juga bagaimana sistem birokrasi bisa transparan. Tidak ada korupsi, tidak ada pungli masyarakat,” ujar Bobby.