Bobby Nasution Keluhkan Stok Vaksin di Medan Tidak Mencukupi Kebutuhan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Kota Medan mengharapkan pasokan vaksin COVID-19 dapat dipenuhi sesuai dengan kebutuhan. Terutama, bagi vaksinasi pada dosis kedua. Pasalnya stok vaksin yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Medan tidak mencukupi.

"Kemarin kita dapat, cuma 10 ribu vial. Dari dosis satu ke dosis dua, kita perlukan 151 ribu vial," sebut Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution kepada wartawan di Balai Kota Medan, Rabu petang, 4 Agustus 2021.

Dengan itu, Bobby Nasution mengatakan kebutuhan vaksin diharapkan dapat segara dipenuhi oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan. Karena, untuk memenuhi target masyarakat yang akan menjalani vaksinasi.

"Ada 140 ribu vial lagi atau yang divaksin. Terus kita minta sama Kementerian Kesehatan. Minggu pertama dan kedua (bulan ini), mudah-mudahan stabil," sebut menatu Presiden Joko Widodo itu.

Bobby Nasution meminta kepada masyarakat Kota Medan ingin vaksin. Terutama vaksin dosis kedua. Karena, stok menipis sehingga vaksinasi tidak dilakukan secara massal seperti vaksinasi dosis pertama.

"Yang ingin saya sampaikan poin pertama masyarakat tolong bisa dimengerti, Yang keterlambatan satu, dua dan 3 hari atau seminggu, tidak menggagalkan vaksinasi. Karena itu, kalau terlambat gagal dan harus diulang. Saya sampaikan tidak gagal, akan kami perbaiki dan jumlah vaksinnya terbatas," jelas Bobby Nasution.

Suami Kahiyang Ayu ini, menjelaskan masyarakat Kota Medan sudah menjalani vaksinasi. Baik dosis pertama dan kedua sudah mencapai 21,5 persen dari total keseluruhan jumlah masyarakat di kota ini.

"Masyarakat Kota Medan sudah divaksin 21,5 persen dari total keseluruhan. Dosis satu dan dosis dua, yang harus menerima vaksin dosis dua, itu dia 151 ribu (orang). Kami terus upayakan terus menurus," sebut Bobby Nasution.

Bobby mengungkapkan menyetop sementara untuk vaksinasi dosis pertama. Karena, ketersediaan vaksin terbatas. Kemudian, difokuskan untuk vaksin dosis kedua.

Ia mengatakan bahwa per harinya Pemko Medan mampu melaksanakan vaksinasi dengan distuntikan kepada masyarakat sebanyak 10 ribu orang per hari.

"Namun, dosis pertama kita stop dulu lah. Kita 10 ribu per hari. Itu aja kita gunakan, sudah habis kita dapatkan dari provinsi," kata Bobby Nasution.

Selain itu, Bobby Nasution meminta kepada penyelenggara vaksinasi massal dilakukan oleh pihak dari luar pemerintah, seperti perusahaan, perbankan dan lainnya, untuk dapat melaksanakan vaksinasi lanjutan untuk dosis kedua.

"Kita juga meminta kepada penyelenggara vaksinasi massal, dosis pertama juga harus ikuti dosis kedua di tempat yang sama. Biar masyarakat tidak bingung (vaksinasi dosis kedua). Namun, ada keterlambatan, jadi kita tidak bisa menyalahkan penyelenggara," ujar Bobby Nasution.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel