Bobby Nasution Murka Masih Banyak Siswa Keluyuran dan Tak Bermasker, Plt Kadisdik Ditegur

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Wali Kota Medan Bobby Nasution tampak marah ketika melihat para siswa berkerumun dan tak bermasker di jam sekolah PTM terbatas yang telah dibuka di Medan tiga pekan belakangan ini.

Terlebih saat berpidato di acara penyerahan piagam penghargaan Adiwiyata kepada 48 sekolah di SDN 060925, Kecamatan Medan Amplas Kamis (28/10/2021) pagi, Bobby Nasution melihat ada oknum guru yang melepas masker.

Alhasil, Bobby Nasution pun menegur Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Topan Ginting yang hadir pada kesempatan itu. Camat Medan Amplas pun diminta agar aktif berpatroli menindak warga terlebih siswa yang abaikan Prokes.

Bobby memang banyak melihat murid SMP dan SMA yang mengabaikan protokol kesehatan di jalanan. Itu dilihat menantu Presiden Jokowi tersebut ketika dalam perjalanan menuju SDN 060925.

"Tadi saya jalan kesini banyak sekolah itu banyak anak anak SMP tadi di depan gak pakai masker," kata Bobby kepada Topan Ginting.

Ke depan, Bobby meminta Dinas Pendidikan dan kecamatan setempat untuk memperhatikan itu. Apabila prokes terus abai, maka dia tidak ragu akan menghentikan kegiatan PTM.

"Kalau seperti itu terus nanti bagus kita tutup lagi aja pak. Tolong diperhatikan betul itu," tuturnya.

(Foto:Dok.Pemko Medan)
(Foto:Dok.Pemko Medan)

Bukan hanya tidak memakai masker, dia juga melihat murid SMA nongkrong di jalan, padahal masih jam pelajaran.

"SMA tadi juga saya liat ada yang nongkrong pula. Kalau emang nongkrong bagus gak usah sekolah. Ini udah sekolah jamnya terbatas masih ada yang cabut-cabut juga dari sekolah," katanya.

Sekali lagi dia meminta agar hal itu ditertibkan. Dia khawatir apabila prokes abai, akan muncul klaster baru penyebaran virus corona atau covid-19.

"Kalau begitu mending gak usah sekolah sekalian. Itu tolong ditertibkan, diperhatikan lagi, terutama dinasnya, kepseknya tolong aktif untuk memantau anak-anaknya. Karena sekali tertular di sekolah ini bisa jadi klaster baru dan menjadikan momok yang luar biasa untuk menjalankan sistem pembelajaran di kota Medan ke depannya," paparnya.

Topan Ginting yang hadir dalam acara itu hanya bisa menganggukkan kepala saat mendengarkan temuan Bobby Nasution soal adanya siswa bahkan guru yang masih tak bermasker.

Saat dikonfirmasi awak media terkait teguran wali kota tersebut, Topan bilang agar semua pihak menjadikan Prokes sebagai habbit atau kebiasaan.

"Prokes harus jadi habbit atau kebiasaan baru kita, jangan harus disuruh-suruh lagi," katanya.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel