Bobol Aset Kripto Rp 8,6 Triliun, Perusahaan Ini Angkat Peretas Jadi Penasihat Keamanan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Platform cryptocurrency atau uang kripto yang menjadi sasaran pencurian menegaskan bila pihaknya akan mengundang peretas untuk menjadi penasihat keamanan perusahaan. Untuk menarik minat, perusahaan menjanjikan hadiah USD 500.000 atau sekitar Rp 7,19 miliar (asumsi kurs rupiah 14.381 per dolar AS) untuk pemulihan dana pengguna.

Seperti dilansir CNBC, Rabu (18/8/2021), Poly Network terkena serangan besar minggu lalu. Dalam aksi kejahatan ini, peretas mampu menghasilkan token lebih dari USD 600 juta atau sekitar Rp 8,62 triliun. Dalam menjalankan aksinya, peretas mengeksploitasi kode Poly Network dan memungkinkan dirinya untuk mentransfer aset ke dompet kripto milik mereka.

Ini dianggap sebagai pencurian crypto atau kripto terbesar sepanjang masa, karena melebihi USD 534,8 juta koin digital yang dicuri dari bursa Jepang pada 2018, dan pencurian bitcoin USD 450 juta dari bursa di Tokyo pada 2014 .

Dalam kasus Poly Network, peretas telah mengambil langkah yang tidak biasa dengan mengembalikan sebagian besar uang yang dicuri. Lebih dari USD 200 juta dana saat ini terkunci di akun yang memerlukan kata sandi dari Poly Network dan peretas mampu mendapatkan akses.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tawarkan Hadiah Uang

Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay
Ilustrasi Mata Uang Kripto, Mata Uang Digital. Kredit: WorldSpectrum from Pixabay

Poly Network telah memohon kepada peretas, yang disebut 'Mr. White Hat' untuk memberikan kata sandi yang diperlukan untuk mengambil uang.

Peneliti keamanan mempertanyakan pelabelan penyerang Poly Network sebagai peretas topi putih.Tidak jelas mengapa peretas menahan akses ke aset pada tahap akhir. Seseorang tanpa nama yang mengaku sebagai peretas hanya mengatakan bahwa mereka akan memberikan kunci setelah semua orang siap.

Pekan lalu, terungkap Poly Network telah menawarkan hadiah USD 500.000 untuk mengirim semua uang kembali. Hadiah semacam itu biasanya diberikan kepada orang yang melaporkan dan membantu perusahaan menemukan pencuri sebelum diungkapkan kepada masyarakat umum.

Peretas awalnya menolak tawaran hadiah. Namun, dalam pesan yang disematkan dalam transaksi mata uang digital pada Senin, peretas mengatakan, “Saya mempertimbangkan untuk mengambil hadiah sebagai bonus bagi peretas publik jika mereka dapat meretas Jaringan Poly.”

Poly Network menegaskan, pihaknya akan meningkatkan sistem keamanan untuk mencegah serangan seperti itu terjadi lagi. Namun, hal ini tidak dapat melakukan sampai semua aset yang tersisa dikembalikan.

Tunjuk Peretas Jadi Penasihat Keamanan

Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto. Kredit:  WorldSpectrum via Pixabay
Ilustrasi aset kripto, mata uang kripto. Kredit: WorldSpectrum via Pixabay

Perusahaan mengatakan, janjinya untuk memberi penghargaan kepada Mr White Hat dengan hadiah USD 500.000 masih berlaku, dan mengundang peretas untuk menjadi penasihat keamanan utama.

"Untuk menyampaikan terima kasih dan mendorong Mr White Hat untuk terus berkontribusi pada kemajuan keamanan di dunia blockchain bersama dengan Poly Network, kami dengan hormat mengundang Mr White Hat untuk menjadi Kepala Penasihat Keamanan Poly Network,” kata perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Poly Network mengatakan, pihaknya tidak berniat meminta pertanggungjawaban Mr White Hat secara hukum atas peretasan tersebut.

"Kami sepenuhnya menghormati pemikiran Mr White Hat, dan untuk mengungkapkan rasa terima kasih kami, kami masih akan mentransfer hadiah USD 500.000 ini ke alamat dompet yang disetujui oleh Mr White Hat agar dia dapat menggunakannya atas kebijakannya sendiri demi keamanan siber dan mendukung lebih banyak lagi proyek dan individu,” tegas Poly Network.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel