Bocah 10 Tahun di Bima Berulang Kali Diperkosa Malah Dimediasi

Ezra Sihite, Satria Zulfikar (Mataram)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Polisi terus mendalami kasus kematian bocah berusia 10 tahun berinisial NAZ asal Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Korban sebelumnya pada Rabu, 24 Februari 2021 meninggal dalam kondisi bagian tubuhnya tragis. Dia meningal di puskesmas. Dia sebelumnya dibawa bibinya karena mengalami demam disertai muntah darah.

Korban meninggal saat dirawat. Ironisnya, dokter menemukan kejanggalan. Bagian alat kelamin korban dan anus terdapat luka-luka lebam.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Hari Brata mengatakan sebelum meninggal, bocah malang itu mengalami sakit parah dan sampai menunjukkan gejala halusinasi. Dia mengaku perutnya ditusuk dan menyebut nama Dewa.

"Saat sakit, korban mengatakan ke bibinya perutnya ditusuk dan menyebut nama Dewa," kata Hari Brata, Kamis, 25 Februari 2021 di Mataram.

Polisi kemudian mengamankan seorang berinisial AR alias Dewa (29 tahun) yang tidak lain adalah orang dekat korban.

"AR merupakan kakak ipar korban. Dia sendiri mengaku takut karena sesaat sebelum korban meninggal, namanya sempat disebut oleh korban," ujar Hari.

Di hadapan polisi, AR mengaku sudah sering kali memperkosa korban. Namun perbuatannya justru dimediasi oleh warga setempat.

"Terduga AR sering melakukan perbuatan serupa, namun berhasil dimediasi oleh warga," ujarnya.

Polisi masih terus mendalami kasus pemerkosaan oleh kakak ipar bejat tersebut. Sudah tiga saksi warga Kelurahan Dara tempat korban berdomisili diperiksa.

"Untuk mempercepat proses pembuktian kasus tersebut tim kami sedang melakukan pemeriksaan beberapa saksi dan mengumpulkan alat bukti," katanya.