Bocah 13 Tahun Hilang Tenggelam di Saluran Pengubung Srengseng Jakbar

Raden Jihad Akbar, Andrew Tito
·Bacaan 2 menit

VIVA – Seorang bocah lelaki 13 tahun bernama Irfan dikabarkan tenggelam saat mencoba berenang di sebuah saluran air penghubung di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat Sore, 1 Januari 2021 sekitar pukul 17.40 WIB.

Kejadian tenggelamnya seorang remaja tersebut diketahui berdasarkan informasi dari teman-teman korban. Mereka melaporkan kejadian itu ke warga sekitar dengan dilanjutkan laporan ke Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat.

Petugas Gulkarmat yang menerima informasi, langsung menerjunkan sebanyak dua perahu dengan enam personil untuk mencari bocah yang masih berusia 13 tahun itu. Hingga kini tubuh remaja tersebut belum juga di temukan petugas.

Baca juga: Sepak Terjang Komjen Listyo Setahun Pimpin Polisi Reserse

Danton sektor 6 Gulkarmat Joko Susilo mengatakan, bocah berinisial IM itu tenggelam saat mencoba berenang bersama temannya-temannya. Pihak Gulkarmat Jakbar mendapatkan informasi dari warga bahwa kejadian tersebut terjadi saat menjelang Magrib, sekira pukul 17.30 WIB.

Saat itu juga satu unit rescue diturunkan untuk mencari bocah yang tenggelam terbawa arus di saluran PHB kawasan RT 05, RW 08, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Keenam personil rescue menyisir titik awal remaja lelaki tersebut tenggelam. Sampai ke kawasan berarus rendah di saluran penghubung tersebut.

Tiga personil menyisir menggunakan perahu karet. Sementara, seorang personil rescue dibantu personil lainnya menyelam di sekitar titik IM tenggelam.

Sekira sepanjang 50 meter personil Damkar itu menyelam, namun jasad remaja tersebut tidak kunjung ditemukan hingga pukul 20.00 WIB. Menurut Joko, petugas sempat alami kendala saat melakukan penyisiran dalam mencari korban.

Saat itu arus saluran PHB juga deras. Sehingga menyulitkan petugas rescue ketika melakukan penyisiran dengan menyelam.

Selain itu, sebuah jangkar juga sudah dilemparkan berkali-kali oleh seorang petugas rescue untuk mencari korban. namun juga tidak membuahkan hasil. Diharapkan korban tersangkut jangkar sehingga dapat naik ke permukaan.

"Karena waktu sudah gelap dan menuju larut malam maka kami sudah meminta satu regu rescue lagi untuk membantu pencarian korban," ujar Joko dikonfirmasi, dikutip Sabtu 2 Januari 2021.