Bocah di China 66 Hari Tinggal Bersama Anjing & Kucing Saat Ortunya Terjebak Lockdown

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang bocah laki-laki di China tinggal di rumah sendirian dan hanya ditemani hewan peliharaannya selama 66 hari, karena orang tuanya terjebak lockdown di Shanghai.

Orang tua bocah tersebut pergi ke Shanghai pada 28 Februari untuk berobat dan baru diizinkan pulang ke Kunshan, Provinsi Jiangsu, China timur pada akhir April. Setelah tinggal di fasilitas karanatina selama sepekan, pasangan ini akhirnya bisa berkumpul kembali dengan putranya pada Jumat lalu.

Ibu bocah tersebut, Zhu, mengatakan dia mendapati putra dan dua hewan peliharannya; seekor anjing dan kucing, semakin gemuk selama ditinggal.

Pada Maret, dia mengirim makanan pesan antar untuk putranya. Tapi selama bulan April, layanan pesan antar dihentikan karena permukiman di Kunshan juga dilockdown untuk mencegah penyebaran Covid. Zhu mengaku kerap menangis saat ngobrol di telepon dengan putranya.

"Dia sangat optimis. Bahkan dia yang meyakinkan saya, mengatakan: 'Mengapa ibu menangis? Enggak perlu khawatir. Ibu bisa mengajarkanku cara memasak,'" tutur Zhu, dikutip dari South China Morning Post, Selasa (10/5).

Saat anaknya libur sekolah online pada akhir pekan, Zhu mengajarkannya memasak menu sederhana di akhir pekan.

"Saya membeli beberapa bahan makanan sebelum saya meninggalkan rumah, seperti steak ayam dan sayap ayam," kata dia.

"Kalau dia bosan dengan makanan yang setengah jadi, dia meminta diajarkan masak," lanjut Zhu.

Bocah itu juga membersihkan kandang kucingnya, mengajak anjingnya jalan-jalan, dan memandikan dua hewan tersebut.

Namun saat mereka kembali ke rumah pekan lalu, rumahnya sangat kotor dan berantakan.

"Bahkan tidak ada tempat untuk menapakkan kaki kami," ujarnya.

"Tapi saya enggak marah. Malah hati saya lega. Anak saya biasanya sangat malas dan saya yakin banyak teman sebayanya yang lebih baik dari dia dalam hal kemandirian."

"Tapi saya harus memujinya karena dia telah mengatasi situasi ini dengan baik selama dua bulan terakhir. Dia enggak pernah mengeluh; malah dia sering menenangkan kami. Dia jauh lebih kuat dan lebih optimis daripada yang kami pikirkan sebelumnya."

Kota Shanghai yang berpenduduk 25 juta jiwa dilockdown sejak 1 April dan pihak berwenang belum mengumumkan kapan lockdown berakhir. Kota ini melaporkan 322 kasus infeksi Covid baru pada Senin dan 3.625 kasus tanpa gejala. Berdasarkan data resmi, 547 pasien Covid meninggal sejak wabah terbaru ini. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel