Bocoran Curhat Prabowo pada Luhut soal Jokowi

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri acara Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/8). Dalam acara yang dihadiri langsung Presiden Joko Widodo atau Jokowi itu, Prabowo menyampaikan sambutan.

Dia menceritakan awal mula bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju. Saat itu, usai dilantik menjadi Menteri Pertahanan, Prabowo mengungkapkan kekagumannya pada susunan kabinet. Kekaguman itu diungkapkan Prabowo kepada Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Jadi waktu saya masuk kabinet, Pak Luhut saksi saya, dan beberapa menteri, waktu saya masuk kabinet saya lihat, saya lihat ruangan itu, hari-hari pertama saya masuk kabinet saya cerita, 'Bang, seandainya saya kemarin jadi presiden mukanya hampir sama kabinet saya ini'," kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengakui sosok yang mengisi Kabinet Indonesia Maju merupakan putra putri terbaik bangsa. Meskipun, mereka datang dari latar belakang berbeda, baik agama, suku, dan ras.

Hampir tiga tahun menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju sejak dilantik pada 23 Oktober 2019, Prabowo menilai pemerintahan Indonesia sudah berada di jalur yang benar. Pemerintah hanya perlu berjalan menuju tujuannya.

"Kita, we are on the right track, kita menuju apa yang harus kita sampai. Dan saudara-saudara, benar kita negara kaya, tapi bagaimana kita manage, bagaimana kita kelola kekayaan itu. Alhamdulillah kita lihat inilah bukti bahwa keputusan saya untuk bergabung sama Presiden Joko Widodo, ternyata keputusan saya tidak salah," ujarnya.

Pujian untuk Jokowi: Pemimpin Indonesia yang Paling Keras Kerjanya

jokowi pemimpin indonesia yang paling keras kerjanya rev1
jokowi pemimpin indonesia yang paling keras kerjanya rev1.jpg

Prabowo Subianto memuji Jokowi. Menurutnya, Jokowi merupakan salah satu pemimpin Indonesia yang sangat bekerja keras.

"Saya jadi saksi, saya lihat beliau salah satu pimpinan Indonesia yang paling keras kerjanya," kata Prabowo dalam acara Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/8).

Dia mengaku heran dengan semangat Jokowi. Prabowo menyebut, Jokowi sangat energik, padahal secara fisik terlihat kurus.

"Saya enggak tahu energinya di mana. Kurus begitu, tapi mungkin karena kurus beliau energik. Tidak berhenti. Kalau saya datang ke Istana rapat, beliau sudah tiga pertemuan sebelum saya datang," ucapnya.

Banyak Diejek Usai Masuk Kabinet

usai masuk kabinet rev1
usai masuk kabinet rev1.jpg

Prabowo mengaku mendapat banyak ejekan saat memutuskan bergabung dengan Kabinet Indonesia Maju. Namun, kala itu, dia tak mau ambil pusing.

"Dulu banyak yang mengejek saya, tapi tidak, ini buktinya," katanya.

Menurutnya, Kabinet Indonesia Maju diisi sosok menteri hebat, putra putri terbaik bangsa Indonesia. Meskipun, mereka datang dari latar belakang berbeda, baik agama, suku, dan ras.

Prabowo mengakui pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo atau Jokowi memiliki banyak kekurangan. Namun, Jokowi dan seluruh menteri bekerja sama untuk mencapai hasil yang diharapkan.

"Pemerintah ini banyak kekurangan, kita akui, tetapi ini hasil yang kita capai bersama. Kita tidak boleh puas dengan keberhasilan ini," ucapnya.

Alasan jadi Anak Buah Jokowi

anak buah jokowi rev1
anak buah jokowi rev1.jpg

Prabowo Subianto mengungkapkan alasannya menjadi anak buah Presiden Jokowi dalam Kabinet Indonesia Maju setelah bertarung pada Pilpres 2019. Prabowo mengatakan, keputusan merapat ke dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf bahkan membuat sejumlah negara bingung.

"Politik kita dianggap stabil sekarang, bayangkan saya keliling di dunia ke mana-ke mana mereka bingung kok bisa Anda rivalnya Pak Jokowi Anda mau sekarang jadi anak buahnya Pak Jokowi," kata Prabowo dalam potongan video diunggah di akun Instagram @fraksigerindra, Rabu (6/7).

Kebingungan sejumlah negara, kata Prabowo, lantaran di Amerika Serikat (AS) saja antara dua partai politik yakni Demokrat dan Republik tidak mau duduk satu meja. Bahkan, hingga kini mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak mau mengakui kekalahannya pada Pilpres AS yang lalu.

"Mereka bingung kok di Indonesia bisa? Loh di Indonesia kita filosofi lain, filosofi kita adalah bahwa kalau kita berbeda pendapat tidak berarti kita harus bermusuhan," ucap Prabowo.

Mantan Danjen Kopassus ini lantas mencontohkan di dalam keluarga perbedaan pendapat antara istri, anak bahkan orang tua lumrah terjadi. Namun perbedaan itu tidak menjadi penghalang untuk mereka karena tetap keluarga.

"Di situlah budaya Indonesia, budaya yang kekeluargaan. Kita boleh bersaing, kita boleh berbeda pendapat, tapi ingat kita semua adalah satu keluarga besar jadi kita bisa selesaikan perbedaan pendapat," ungkap Prabowo.

Prabowo: Saya jadi Menteri Pertahanan karena Pak Luhut

jadi menteri pertahanan karena pak luhut rev1
jadi menteri pertahanan karena pak luhut rev1.jpg

Prabowo mengatakan, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berperan besar dalam perjalanan karirnya. Prabowo menyebut, berkat Luhut, dia bisa menduduki kursi Menteri Pertahanan.

"Jadi saya ini jadi Menteri Pertahanan karena Pak Luhut," katanya dalam acara Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/8).

Selain Luhut, kata Prabowo, Wakil Presiden ke-6 RI sekaligus mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) Try Sutrisno juga berperan mendidiknya.

"Saya jadi karena mereka. Pak Hendro. Pak Hendro, saya anggap guru saya di bidang intel, anti gerilya, enggak ada lawannya," imbuhnya. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel