The Body Shop luncurkan kampanye perubahan iklim "Be Seen Be Heard"

The Body Shop Indonesia pada Senin meluncurkan kampanye “Be Seen Be Heard” yang memfokuskan pada peran serta dan suara kaum muda yang lebih aktif lagi dalam menjawab isu perubahan iklim.

Secara global, kampanye “Be Seen Be Heard” telah diluncurkan pada awal Mei bersamaan dengan penerbitan laporan “Be Seen Be Heard: Memahami Partisipasi Politik Anak Muda’ oleh The Body Shop bersama Kantor Utusan Pemuda Sekretaris Jenderal PBB.

Laporan tersebut menunjukkan jutaan kaum muda di seluruh dunia saat ini tidak mendapat peran dalam sektor publik. Dengan adanya isu krisis iklim, konflik global dan ketidaksetaraan generasi yang kian tajam, maka pendapat, perspektif dan representasi dari kaum muda saat ini dinilai sangat dibutuhkan.

Head of Values, Community, and PR The Body Shop Indonesia Ratu Ommaya mengatakan bahwa pihaknya memandang terdapat ketidakseimbangan antara kenyataan banyaknya populasi kaum muda namun di sisi lain mereka tidak memiliki kesempatan untuk bersuara bahkan menjadi bagian dari pengambilan keputusan.

Menurut data dari The Body Shop Global Youth Survey bersama Indikator Politik Indonesia dan Yayasan Indonesia Cerah, sebanyak 84 persen responden setuju bahwa isu perubahan iklim perlu segera diatasi, tapi nyatanya banyak yang masih menganggap ini adalah masalah generasi muda berikutnya.

“Kalau kita lihat, betapa ironisnya bahwa ada 84 persen orang yang setuju bahwa isu perubahan iklim ini harus segera diatasi dan harus ada aksi nyata, tetapi hanya sedikit yang baru bisa bersuara atau baru bisa melakukan aksinya,” kata Ratu dalam webinar secara virtual, Senin.

Menurutnya, kampanye “Be Seen Be Heard” secara global bertujuan untuk menciptakan perubahan struktural jangka panjang dalam hal pengambilan keputusan agar lebih inklusif terhadap kaum muda.

Ia mengatakan bahwa pihaknya ingin mengajak kaum muda untuk lebih “dilihat dan didengar” atau “Be Seen Be Heard” sehingga bisa berperan aktif dan memegang peran sebagai pembawa perubahan (change maker) terkait isu iklim yang terjadi di Indonesia.

“Dalam isu perubahan iklim pada kampanye “Be Seen Be Heard” ini akan berlangsung sampai tiga tahun. Jadi ini bukan komitmen kecil, tapi komitmen yang besar dari The Body Shop bahwa dalam tiga tahun semoga memang ada perubahan nyata yang bisa terjadi,” kata Ratu.

Ia menjelaskan pihaknya melakukan kampanye menjadi beberapa tahap. Pada tahun pertama, The Body Shop akan memfokuskan pada cakupan untuk membangun kesadaran (awareness) dan edukasi.

Kemudian beranjak tahun berikutnya, Ratu berharap kampanye dapat melahirkan para “climate champions” yang bisa memimpin aksi-aksi nyata untuk mengatasi isu perubahan iklim.

Dalam kampanye “Be Seen Be Heard”, The Body Shop juga bekerja sama dengan organisasi CarbonEthics dan Teens Go Green Indonesia.

“Kita tahu perubahan perilaku itu bukan dihasilkan dalam waktu singkat. Tapi semoga tiga tahun setidaknya sudah cukup membuat hal yang tadinya menjadi komitmen atau aksi satu dua hari, itu bisa menjadi aksi tiga tahun,” katanya.

Pada Senin, The Body Shop turut memperkenalkan tes “How Sustainable are You?” yang dapat diakses melalui website resminya. Melalui tes tersebut, pengguna bisa mendapatkan hasil pengukuran terkait gaya hidup ramah lingkungan yang selama ini dijalankan.

Baca juga: KLHK: Instrumen inovatif dikembangkan dukung perlindungan lingkungan

Baca juga: Kemenkeu: G20 RI prioritaskan keberlangsungan makro ekonomi

Baca juga: Inspirasi "hampers" Lebaran ramah lingkungan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel