Boediono Tinjau Pembayaran BLSM Perdana di Kota Malang

Laporan Wartawan Surya, Hayu Yudha Prabowo

TRIBUNNEWS.COM,MALANG - Wakil Presiden RI, Boediono meninjau penyerahan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi kenaikan BBM pada warga kurang mampu di Kantor Pos Malang, Senin (24/6/2013).

Dalam kunjungan singkatnya usai membuka Peresmian Jambore Palang Merah Indonesia (PMI) di Waduk Selorejo, Kabupaten Malang, Boediono didampingi Wagub Jatim, Saifullah Yusup dan Direktur Teknologi Dan Jasa Keuangan PT POS Indonesia, Budi Setiawan berdialog dengan penerima BLSM.

"Asalnya dari mana Bu, mau dipake apa uangnya," tanya Boediono pada warga yang mengambil BLSM. Pada wartawan, Boediono mengatakan pelaksanaan BLSM dinilai lebih baik mmdari pembayaran Bantuan Langung Tunai (BLT) dahulu.
 
"Ke depan warga penerima BLSM sebagai kompensasi kenaikan BBM tidak perlu ke Kantor POS, pemerintah sedang menyiapkan loket-loket khusus yang dekat dengan warga," tambahnya.

Budi Setiawan yang mendampingi Boediono mengatakan teknis penentuan loket pembayaran BLSM akan dikoordinasikan dengan kelurahan atau pemeritahan desa.

"Di Kota Malang akan dibuka 40 loket khusus pembayaran BLSM," paparnya pada Surya Online (Tribunnews.com Network)

.

Pembayaran perdana BLSM di Kota Malang berjalan lancar, Kota Malang  mendapatkan alokasi 16.990 Rumah Tangga Sasaran (RTS), sementara itu pembayaran BLSM pada 14.722 RTS di Kabupaten Malang akan mulai dilaksanakan hari Rabu 26 Juni 2013.

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.