Boeing perkirakan jet Max belum bisa terbang hingga musim panas

Boeing mengatakan, Selasa, badan federal pengatur penerbangan kemungkinan belum akan menyetujui perubahan-perubahan yang dilakukannya pada pesawat 747 Max, yang dikandangkan, hingga musim panas ini. Perkiraan waktu tersebut merupakan tujuh bulan lebih lama dari yang dikatakan perusahaan itu beberapa pekan lalu.

Jadwal tersebut, lagi-lagi mundur menyangkut proses persetujuan pesawat , akan menambah masalah bagi maskapai-maskapai penerbangan dengan mengundurkan lagi waktu pengoperasian kembali Max hingga puncak masa perjalanan pada musim panas atau mungkin setelah itu.

Nilai saham Boeing sempat jatuh hampir 6%, ke tingkat rendah selama 52 pekan, dan ditutup menurun 3,4%.

Perusahaan itu mengatakan badan pengatur penerbangan akan memutuskan kapan Max boleh terbang kembali namun pihaknya secara berkala menyampaikan perkiraan kepada maskapai penerbangan dan penyedia layanan soal kapan penerbangan itu akan terjadi.

"Perkiraan yang diperbarui itu diinformasikan berdasarkan pengalaman terbaru kami menyangkut proses sertifikasi," kata Boeing dalam pernyataan. "Ini tergantung pada upaya yang sedang kami jalankan untuk menangani risiko terkait jadwal serta perkembangan lebih lanjut yang mungkin timbul dalam hubungannya dengan proses sertifikasi.

Juga, mempertimbangkan pemeriksaan ketat yang diterapkan secara tepat oleh badan-badan pengatur dalam setiap langkah pemeriksaan yang mereka jalankan" menyangkut kendali penerbangan serta persyaratan pelatihan bagi pilot.

Jadwal terbaru itu didasarkan pada pekerjaan yang masih harus diselesaikan sebelum Federal Aviation Administration (FAA) akan mengizinkan Max kembali terbang, termasuk soal komputer pengendali penerbangan, menurut dua orang yang mengetahui proses itu. Keduanya menolak disebutkan namanya ketika memberikan keterangan rinci yang tidak diberikan Boeing.

FAA dalam pernyataannya mengatakan sedang menjalankan "proses yang menyeluruh dan hati-hati" guna memastikan bahwa perubahan-perubahan yang dilakukan Boeing terhadap Max memenuhi standar sertifikasi. Badan tersebut mengatakan, seperti yang sudah diutarakannya selama berbulan-bulan, bahwa tidak ada jadwal dalam menyelesaikan pemeriksaan.

Tiga maskapai penerbangan Amerika Serikat yang memiliki jet-jet Max, yaitu Southwest, American dan United, telah menggeser Max dari jadwal penerbangan mereka hingga awal Juni. Tapi, mungkin saja mereka tidak akan menggunakan pesawat tersebut sampai setelah itu, kemungkinan setelah masa puncak perjalanan pada musim panas berakhir.

Bahkan setelah FAA mengeluarkan sertifikat pekerjaan Boeing, maskapai akan memerlukan waktu beberapa minggu lagi untuk mempersiapkan pesawat-pesawat mereka yang dikandangkan serta melatih pilot. Setelah sekian lama bersikeras bahwa pelatihan bisa dilakukan cepat di tablet, Boeing baru-baru ini berubah haluan dengan merekomendasikan para pilot untuk mengikuti sesi latihan dengan simulator penerbangan sebelum pilot mengoperasikan pesawat tersebut. Sesi latihan seperti itu akan memakan waktu lebih lama bagi maskapai dalam menjalankan proses persiapan.

Tak lama setelah Max pertama jatuh pada Oktober 2018 di Indonesia, Boeing mulai memperbarui perangkat lunak, yang para penyelidik katakan dipicu oleh sensor yang bermasalah dan mendorong moncong pesawat ke bawah. Kemudian pada Maret 2019, Max lainnya jatuh di Ethiopia. Secara keseluruhan, jumlah korban tewas mencapai 346 orang.

Boeing telah menjadikan perangkat lunak itu kurang kuat dan mengikatkannya ke dua sensor, bukan satu. Pekerjaan tersebut sudah selesai beberapa bulan lalu, tapi perusahaan itu masih mengerjakan perubahan pada komputer pengendali penerbangan serta persyaratan pelatihan pilot. Masalah lain menyangkut perangkat lunak ditemukan pekan lalu, kendati seseorang yang mengetahui permasalahan tersebut mengatakan masalah itu tidak akan memperlambat pesawat tersebut untuk kembali terbang.

Kabar soal penundaan terbaru pada jadwal tersebut pertama kali dilaporkan oleh CNBC.

Nilai saham Boeing Co., perusahaan yang berpusat di Chicago, jatuh 10,87 dolar AS dan ditutup pada 313,28 dolar. Perdagangan saham tersebut sempat terhenti sebelum perusahaan mengeluarkan pengumuman soal Max.