Bogor Bakal Bangun Kereta Gantung di Jalur Puncak

TEMPO.CO, Bogor-Pemerintah Kabupaten Bogor mulai membahas rencana pembangunan jalur kereta gantung dan sistem penataan transportasi terpadu di Kawasan Puncak. Proyek ini diharapkan dapat menjadi wahana wisata baru sekaligus mengatasi kemacetan kronis di daerah wisata berudara sejuk ini.

"Pembangunan kereta gantung Puncak sudah tahap persiapan. Hari ini (Kamis) kami rapat perdana dengan calon investor," kata Kepala Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar kepada Tempo di Cibinong, Kamis, 11 April 2013. "Biaya proyek ini besar. Nilai investasinya masih kami hitung."

Menurut Adang, jalur kereta gantung akan dibangun mulai Ciawi sampai Puncak Pass, sekitar 12 kilometer. Kereta gantung ini terintegrasi dengan objek wisata yang ada di kawasan Puncak, di antaranya Taman Wisata Matahari dan Taman Safari Indonesia.

"Harapannya bisa mengatasi kemacetan lalu lintas akibat tingginya volume kendaraan pribadi para wisatawan," Adang menjelaskan. "Selain itu, kereta gantung juga bisa jadi objek wisata baru di Bogor."

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Bogor, Tb. Lutfie Syam menambahkan, selain akan membangun kereta gantung, para pengusaha wisata, hotel dan restoran dilibatkan dalam penataan serta pengembangan kawasan Puncak. Pengelola objek wisata seperti Taman Wisata Matahari dan Taman Safari Indonesia diminta membuat shelter bus di rest area Ciawi.

Pengusaha, kata Lutfie, menyiapkan bus angkutan dari shelter menuju kawasan wisata. Sehingga, tidak semua kendaraan pribadi masuk jalur Puncak dan menimbulkan kemacetan. "Wisatawan diangkut bus atau naik kereta gantung. Rencana program tersebut sudah dalam kajian," ujar dia. "Kereta gantung jadi solusi, karena pelebaran jalan Puncak tidak memungkinkan lagi."

Dihubungi terpish, Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Edwin Affandi mengaku setuju Pemkab Bogor membangun kerera gantung di jalur Puncak. Kereta gantung diyakini bisa mengurangi tingkat kepadatan kendaraan pribadi para wisatawan yang menjadi penyebab kemacetan arus lalu lintas di jalur tersebut.

Edwin mengatakan, volume kendaraan di jalur Puncak sudah melebihi kapasitas jalan. Setiap akhir pekan, sedikitnya 15 ribu sampai 20 ribu roda empat masuk Puncak. Sedangkan roda dua bisa mencapai 40 ribu kendaraan. "Kalau libur panjang roda empat bisa mencapai 35 ribu unit. Kapasitas jalan maksimal menampung 10 ribu kendaraan," kata Kasat Lantas.

Menurut Edwin, saat ini kemacetan di Jalur Puncak terjadi setiap hari, tidak hanya pada akhir pekan atau hari libur. Hal tersebut dampak perkembangan wisata di Puncak dan tingginya arus lalu lintas menuju Cianjur. "Kuliner juga menjadi tujuan wisata. Jadi saya kira adanya kereta gantung sudah pas," kata dia.

ARIHTA U. SURBAKTI

Topik Terhangat:

Sprindik KPK | Partai Demokrat | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

Berita lainnya:

Buat Akun Twitter, SBY Belum Targetkan Followers

Spanduk Pro-Kopassus Bertebaran di Yogyakarta

Aktif di Twitter, Ini Pesan Anggota DPR untuk SBY

Pargono Terus Meneror, Asep Hendro Pasrah

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.