Bogor Jadi Kota Sunyi saat Malam Tahun Baru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perayaan malam Tahun Baru 2021 di Bogor, Jawa Barat tampak berbeda. Tak ada gegap gempita alunan musik, konvoi, suara terompet, maupun pesta kembang api layaknya perayaan malam pergantian tahun-tahun sebelumnya.

Semua warga Kota Hujan 'dipaksa' untuk berdiam diri di rumah akibat pandemi Covid-19. Mal dan restoran, minimarket harus tutup lebih awal yakni pukul 19.00 WIB lantaran ada kebijakan jam operasional hingga pukul 19.00 WIB.

Hampir seluruh jalan protokol di Kota Bogor tampak sepi baik pengendara maupun pejalan kaki. Tak ditemukan satu pun pedagang yang menjajakan terompet di pinggir jalan.

Kawasan Tugu Kujang yang menjadi pusat warga Bogor merayakan malam pergantian tahun pun kali ini benar-benar sepi. Tak ada bunyi terompet saling bersahutan atau kembang api menghiasi langit pusat kota itu.

Yang nampak hanya pemandangan beberapa warga dan pedagang kopi keliling yang sedang bercengkerama di Plaza Lawang Salapan.

Kondisi ini terjadi lantaran Pemkot Bogor melarang dan akan menindak tegas bagi siapapun yang merayakan tahun baru di tempat umum atau hotel dan restoran. Pemkot beralasan untuk mencegah kerumunan karena berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19.

"Tepat jam 12 (malam) kita berada di satu titik pusat kota, yakni Tugu Kujang yang biasanya ramai sekali, padat sekali, macet sekali, tapi malam tadi Alhamdulillah landai dan kondusif,” ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya, usai memantau kondisi Kota Bogor saat malam pergantian tahun, Jumat (1/1/2021).

Sepinya sudut Kota Bogor, lanjut Bima, menunjukan bahwa masyarakat menaati imbauan pemerintah untuk tidak keluar dan tidak merayakan malam pergantian tahun.

"Saya ucapkan terimakasih kepada warga dan kepada Pak Danrem, Pak Dandim, Pak Kapolres yang bersama-sama menjaga ketertiban kota hingga malam pergantian tahun ini berjalan tertib. Semuanya berjalan lancar sesuai dengan skenario," terangnya.

Syarat Tes Rapid Antigen Masuk Puncak

Petugas gabungan menghentikan pengendara mobil yang hendak menuju Puncak di Simpang Gadog, Bogor, Kamis (24/12/2020). Polisi bakal menutup jalur Puncak guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan dan penyebaran Covid-19 seiring peringatan malam tahun baru. (merdeka.com/Arie Basuki)
Petugas gabungan menghentikan pengendara mobil yang hendak menuju Puncak di Simpang Gadog, Bogor, Kamis (24/12/2020). Polisi bakal menutup jalur Puncak guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan dan penyebaran Covid-19 seiring peringatan malam tahun baru. (merdeka.com/Arie Basuki)

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Ruas jalan utama, kawasan wisata, hingga pasar malam cenderung sepi. Sebab, tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan ditertibkan petugas gabungan menjelang malam pergantian tahun.

Salah satunya di kawasan Puncak, Satgas Covid-19 Kecamatan Cisarua melakukan operasi dari pukul 19.00 WIB 31 Desember 2020 hingga 1 Januari 2021 dini hari. Dari hasil penyisiran, petugas gabungan menutup paksa tempat usaha dan membubarkan kerumunan di beberapa tempat.

Kondisi lalu lintas di wilayah berhawa sejuk ini pun cenderung lengang dari kedua arah. Menurunnya jumlah wisatawan ke daerah itu dampak adanya kebijakan mewajibkan wisatawan membawa hasil negatif rapid test antigen.

Semenjak kebijakan tersebut diberlakukan, operasi pemeriksaan surat negatif rapid test antigen rutin dilakukan di sejumlah titik kawasan wisata itu.

Terlebih menjelang malam pergantian tahun, petugas Satgas Covid-19 dari unsur kepolisian, TNI, dan Satpol PP sejak pagi hingga sore memeriksa pengemudi dan penumpang dari luar Bogor. Petugas memutar balik kendaraan bagi yang tidak dapat menunjukan surat negatif tes cepat.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: