Bogor Terapkan Ganjil Genap 23-25 Juli, Ini Titik Penyekatannya

·Bacaan 3 menit

VIVA – Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Bogor akan kembali menerapkan kebijakan ganjil genap bagi kendaraan untuk menekan mobilitas warga. Keputusan itu seiring perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang telah diputuskan Pemerintah Pusat.

Kebijakan ganjil genap yang akan dimulai Jumat, Sabtu dan Minggu pada 23-25 Juli 2021 ini, disampaikan langsung Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro saat menggelar keterangan media bersama Wali Kota Bogor Bima Arya dan Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan di Balai Kota Bogor.

Susatyo menjelaskan, ganjil genap menjadi pilihan karena ada pengecualian-pengecualian bagi kendaraan tertentu yang akan melintas. Termasuk angkutan online, angkot hingga pengantar logistik.

“Berdasarkan evaluasi Satgas selama pelaksanaan PPKM Darurat sejak 3 Juli 2021, pertama adalah Kota Bogor menjadi kota perlintasan. Kedua, banyak masyarakat yang akan berbelanja kebutuhan hari-hari itu juga ikut tersekat pada saat kami melakukan upaya pengurangan mobilitas,” ungkap Susatyo.

Baca juga: Pekerja Bakal Dapat BSU, Menaker Ida Minta Perusahaan Jangan Ada PHK

Sementara, kata Susatyo menambahkan, bantuan tunai yang mulai didistribusikan kepada masyarakat juga membuat upaya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari juga pasti akan meningkat di seputaran kota.

“Harus kami atur agar tidak semuanya menumpuk pada satu hari. Sehingga Satgas Covid Kota Bogor akan memberlakukan ganjil genap dimulai pada Jumat, Sabtu dan Minggu nanti,” jelasnya.

“Adapun titik-titik checkpoint memiliki tiga pola, yakni baik dilakukan di batas kota, apakah dalam kota, tentunya situasional berdasarkan evaluasi kami dan ganjil genap akan berlaku 24 jam,” imbuhnya

Titik checkpoint tersebut di antaranya di Jembatan Merah, Empang (satu arah dari BTM), Baranangsiang, Mcd Lodaya, Simpang Denpom, Warung Jambu, SPBU Vivo Air Mancur, ex Bale Binarum, Underpass Solis, Tol BORR, SPBU Veteran, Salabenda, Ciawi, Darmaga, Yasmin dan Brimob Kedung Halang.

Susatyo menegaskan, kendaraan pribadi yang tidak sesuai (plat nomor ganjil/genap) pada hari itu akan diputarbalikan. Pengecualian bagi Damkar, ambulans/mobil jenazah, tenaga kesehatan, kendaraan dinas, angkutan umum, angkutan online, angkutan logistik/sembako dan kondisi darurat lainnya.

“Mulai jam 21.00 WIB ruas jalan SSA (seputaran kebun raya) dan jalan protokol akan ditutup,” terangnya.

Skema berbeda juga dilakukan terhadap pekerja di sektor esensial/kritikal dan non-esensial/non-kritikal. Petugas tidak akan memeriksa surat-surat di jalan, tetapi akan ada tim khusus yang memonitor ke tempat-tempat usaha.

“Akan ada tim khusus yang akan memonitor di masing-masing kantor dan sebagainya. Sehingga tidak menjadi perdebatan di jalanan. Tetapi kami memberlakukan ganjil genap,” katanya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa Satgas akan terus memperkuat langkah mengurangi mobilitas warga, namun disisi lain ingin melindungi dan memberikan perhatian kepada denyut ekonomi warga.

“Kita melihat walaupun beberapa hari terakhir ada tren angka-angka mulai membaik, namun demikian, masih jauh dari kata terkendali. Kita masih harus fokus untuk memastikan mobilitas tetap bisa dikendalikan, tetapi disisi lain perekonomian warga, terutama warga yang dhuafa harus kita perhatikan,” ujar Bima Arya.

Sementara itu, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf. Roby Bulan mengatakan, selain pembatasan mobilitas warga dengan ganjil genap, Satgas juga memperkuat PPKM di wilayah, mulai dari RT/RW, Kelurahan, Kecamatan.

“Dalam hal ini TNI dalam satu minggu terakhir kita ada kegiatan Go Babinsa. Babinsa ini mengantar sembako dan obat-obatan dan vitamin kepada warga isoman, ini bentuk perhatian kita dalam membantu warga isoman dan warga kurang mampu dan ini terus kita laksanakan bersama,” kata Roby.

“Kita harapkan ini bisa meningkatkan imun warga yang isoman, kemudian mempercepat penyembuhan sehingga angka kesembuhan di Kota Bogor bisa meningkat,” pungkasnya.

Satgas COVID-19 memrminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 5M, dari Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, dan Membatasi Mobilitas dan Interaksi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel