Bola basket putra Banten targetkan menangi laga terakhir di PON Papua

·Bacaan 1 menit

Tim bola basket putra Banten menargetkan menang atas Kalimantan Selatan pada laga terakhirnya di Pool A PON XX Papua, Rabu (6/10), setelah dipastikan gagal lolos dari fase grup lantaran selalu kalah pada tiga laga yang dilewati.

"Masih ada satu pertandingan lagi. Saya tak mau jemawa, tetapi pertandingan berikutnya Insyaallah kami bisa menangkan," ujar pelatih Banten Ali Budimansyah di Mimika Sport Complex, Mimika, Minggu.

Demi meraih hasil positif pada laga itu, Ali pun meminta anak-anak asuhnya untuk tampil fokus dan konsisten.

Meskipun Kalimantan Selatan adalah tim yang, sampai berita ini diturunkan, selalu kalah dengan lawan pemenang membuat lebih dari 90 poin, para pemain Banten dilarang lengah dan mengendurkan konsentrasi.

"Kami mesti konsisten, entah itu melawan tim yang kualitasnya di atas atau di bawah kami. Jangan seperti saat menghadapi Jawa Tengah, kami sudah oke pada kuarter pertama sampai ketiga, ternyata pada kuarter keempat pertahanan kami tak konsisten," tutur Ali.

Pada pertandingan melawan Jawa Tengah, Minggu, Banten kalah dengan skor 60-76. Mereka sempat nyaris menyamakan kedudukan pada kuarter kedua, yang berakhir 31-30 untuk keunggulan Jateng, sebelum akhirnya tak berkutik pada kuarter ketiga dan pamungkas

Pemain Banten Qori Bilbalas juga mengutarakan tekad serupa dengan sang pelatih.

Menurut Qori, tiga kekalahan dan tak lolos ke semifinal adalah dua alasan kuat timnya harus menang pada laga terakhir mereka di PON Papua.

"Kami harus menang," kata Qori.

Banten tak bisa melaju ke semifinal PON XX Papua setelah mencatatkan tiga kekalahan dari tiga laga di Pool A yaitu dari Jawa Barat, DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Baca juga: Jateng jaga asa ke semifinal PON Papua setelah taklukkan Banten 76-60
Baca juga: Menang atas Banten beri Jateng "nyawa" ke semifinal bola basket PON

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel