Bola Beli: Dominasi Yonex di Dunia Bulutangkis, Memang Kuncinya di Kualitas Raket

·Bacaan 7 menit

Bola.com, Jakarta Tidak banyak orang tahu bahwa atlet golf kelas dunia mulai menyukai perangkat buatan Yonex di samping merek kondang semodel Callaway, Bridgestone, Nike hingga Mizuno. Ya, selain beken sebagai penyedia perlengkapan bulutangkis, Yonex juga kini dikenal sebagai brand yang lekat dengan produk-produk tenis, golf, olahraga lari, bahkan mereka ikut jadi sponsor klub di liga sepak bola profesional! Tapi, kenapa Yonex lebih lekat di ingatan sebagai produsen raket bulutangkis?

Sejak berdiri di 1946 dan mulai dibentuk sebagai perusahaan modern pada 1958 di Tokyo, Yonex memang selalu memproduksi raket badminton berkualitas nomor wahid, selain juga membuat pelampung kayu dan jaring ikan. Belajar dari kegagalan bersaing karena terlambat mengadaptasi kehadiran bahan plastik di industrinya, pendiri Yonex yang bernama Minoru Yoneyama akhirnya mempelajari pembuatan raket di luar bahan kayu sejak 1957.

Pembuatan raket alumunium pun mereka mulai pada 1969 untuk bulutangkis dan melebar ke cabang tenis pada dua tahun berikutnya. Hebatnya, pada era ini Yonex pun sudah mempelajari komposit bahan yang mengandung graphite untuk batang utama dan kepala raket. Kekuatan dan bahan ringan yang mereka temukan pun segera diaplikasikan di peralatan golf.

Terdepan di Urusan Bahan dan Desain

Yonex, menggunakan teknologi nano dalam menyusun bahan-bahan kerangka raket ringan. (sumber:yonex.com)
Yonex, menggunakan teknologi nano dalam menyusun bahan-bahan kerangka raket ringan. (sumber:yonex.com)

Pada awal 80-an, keunggulan teknologi bahan raket bulutangkis Yones praktis sudah melejit meninggalkan para kompetitor dan bahkan ikon dunia tenis wanita Martina Navratilova memilih raket Yonex sebagai pegangannya untuk tampil dominan di panggung dunia. Setelah unggul dalam penggunaan bahan, Yonex pun dalam tiga dekade terakhir menjadi trendsetter dalam desain raket.

Revolusi terbesar Yonex dalam dunia desain raket bulutangkis dimulai ketika pada 1992 mereka mendobrak standard desain kepala raket yang cenderung bulat ramping menjadi lebih besar melebar tanpa melanggar regulasi. Hasilnya, kombinasi teknologi bahan dan desain ini membuat Yonex menghasilkan raket-raket dengan wilayah kontrol pukulan (sweet spot) yang sangat luas di bagian rangkaian senar kepala raket.

Desain mengotak yang disebut isometric ini langsung dipatenkan namun, produsen-produsen raket lainnya tetap mengikuti desain modern ini dengan beberapa penyesuaian minor agar tidak dianggap melakukan peniruan. Dengan menyandang status sebagai pakar dalam dunia produksi raket bulutangkis dunia, praktis tidak ada yang bisa menyaingi Yonex dalam market share dan sekaligus sebagai "sponsor abadi" badan bulutangkis dunia, BWF.

Masalah Non-Teknis Kontroversial

Sepatu bulutangkis, harus dipakai lama oleh pemain sebelum bertanding.  (Sumber: Yonex.com)
Sepatu bulutangkis, harus dipakai lama oleh pemain sebelum bertanding. (Sumber: Yonex.com)

Lebih dari 80% atlet profesional kelas dunia kini disponsori Yonex, tidak hanya dalam penyediaan raket saja, tapi hingga sepatu dan kaus kaki. Terlepas dari sejumlah kontroversi yang sempat muncul di level sponsorship kontingen negara, secara teknis amat sulit menyaingi kualitas raket bulutangkis produksi Yonex.

Kesemrawutan yang muncul saat ada atlet dan tim yang melanggar kontrak dengan Yonex karena menggunakan produk-produk kompetitor dalam latihan dan pertandingan resmi bukan karena mereka tidak nyaman dengan produk Yonex. Hal ini terjadi karena lambatnya pasokan perlengkapan baru Yonex yang perlu diadaptasi pemain, terutama di ukuran sepatu, sehingga atlet cenderung menggunakan merek lain yang lebih pas di saat-saat krusial itu.

Nah, bila kembali berfokus ke produk, sejumlah kelebihan Yonex terletak di teknologi bahan, desain, ragam jenis senar dengan karakter berbeda, teknologi sambungan batang raket dan kepala raket, serta modernisasi pemasangan senar raket dengan beragam tingkat ketegangan senar.

Semakin Tinggi Teknologi, Semakin Mahal

Salah satu teknologi raket Yones, Tri-Voltage System, membuat pukulan lebih kuat tapi kendali tetap stabil.
Salah satu teknologi raket Yones, Tri-Voltage System, membuat pukulan lebih kuat tapi kendali tetap stabil.

Seri raket Yonex beserta uraian teknologi yang dikandungnya adalah:

  • ASTROX, dilengkapi Rotational Generator Sistem yang mampu memanfaatkan sifat kelembaman bahan di area pegangan tangan, kepala raket, dan batang sehingga rotasi raket berlangsung mulus tanpa mengganggu efektivitas rangkaian pukulan beruntun dengan arah rotasi berlawawan. Seri ini juga dilengkapi Energy Boost Cap yang membuat titik penghubung grip dengan batang raket yang membuat raket fleksibel dan tidak mengalami rotasi yang membuat tangan atlet menjadi lelah. Astrox juga menggunakan New Revolutionary Material (Namd) yang membuat integrasi serat graphite dan resin bahan menyatu sempurna di level nano sehingga kelenturan, respons, dan transfer energi dari tangan ke raket berlansung mulus. Terakhir, keunggulan desain Isometric juga ada pada seri ini sehingga bentuk mengotak pada bagian kepala raket membuat wilayah kontrol senar terhadap shuttle cock menjadi lebih luas.

  • NANOFLARE, menggunakan desain Aero Frame yang unik pada kerangka kepala raket dengan penampang melintang kerangka berbentuk elips (bukan kotak) sehingga shuttle cock bisa diarahkan ke titik terjauh lapangan dengan lebih cepat. Desain ini membuat kepala raket dengan cepat menyerap dan mengembalikan pukulan lawan dengan efektif dan cepat. Dengan memakai pola rancang bangun kepala raket Sonic Flare System, seri ini juga dikenal memiliki kemampuan memberi shuttle cock akselerasi maksimum. Secara singkat teknologi rancang bangun ini diarahkan untuk membuat rangka kepala yang terbuat dari material Torayca M40X dan Super HMG memiliki posisi segitiga balance point yang memperkuat efek pukulan.

  • DOURA, dengan desain Doura Grommet yang menghubungkan delapan lubang senar di lekukan rangka kepala raket yang asimetris di kedua sisi horisontal ternyata efek kekuatan senar pun meningkat. Imbasnya, tenaga pukulan pun menjadi lebih kuat. Seri Doura juga menggunakan bahan Nanometric DR yang dirancang dengan teknologi nano untuk bahan pesawat angkasa luar sehingga raket bertambah ringan dan kokoh. Desain penampang melintang kerangka kepala raket seri ini dibuat tidak simetris dan memiliki kepadatan berbeda sehingga memungkinkan pemain optimal dalam melepas pukulan forehand yang kuat dan backhand yang cepat.

  • NANORAY, berintikan Nanoscience yang membuat kerangka raket menjadi homogen di semua titik dengan cetakan tunggal tanpa sambungan dari handgrip, batang, hingga kepala, dan memberikan efek bebas hambatan saat digerakkan dengan kecepatan tinggi. Selain itu, di tingkat molekular bahan diterapkan teknologi rekayasa X-Fullerene yang membuat atom karbon terhubung dalam struktur radial empat rusuk yang mirip paneling bola sepak. Struktur ini diintegrasikan menggunakan resin yang sangat padat sehingga kekuatan struktur rangka raket naik dengan drastis.

  • VOLTRIC, menggunakan mekanisme penyusunan kerangka kepala raket yang diberi nama Tri-Voltage System untuk meningkatan daya ledak pukulan. Sistem ini dibangun untuk mengatasi asumsi tradisional bahwa tambahan berat di puncak kerangka kepala akan membuat pukulan lebih kuat namun kestabilan pengendalian raket terganggu. Akhirnya setelah melalui serangkaian eksperimen ditemukan dua titik di bagian atas dan satu titik di bagian sambungan rangka kepala dengan batang raket yang jika dikombinasikan variasi beratnya akan menghasilkan efek pukulan yang kuat tanpa membuat raket sulit dikendalikan.

Paling Banyak Dipalsukan

Perlengkapan bulutangkis Yonex, ada yang murah tapi tidak dijamin keasliannya.
Perlengkapan bulutangkis Yonex, ada yang murah tapi tidak dijamin keasliannya.
  • ARCSABER, yang tidak merinci pemakaian teknologi di dalamnya. Namun seri ini adalah yang dulu pernah dipakai oleh Taufik Hidayat. Kabarnya karakter raket ini cocok untuk melakukan backhand smash dan mempraktikkan permainan net yang halus.

  • CARBONEX, juga tidak merinci unsur teknologi apa yang dipakai. Secara tradisional, generasi pertama raket modern Yonex ini dikenal karena pertama kali menggunakan bahan ringan berbasis karbon yang proses produksinya masih menggunakan sambungan antara batang dan kepala raket. Namun, tipe T-Join di seri ini semakin canggih dan mengurangi vibrasi raket sesudah melepas pukulan dan menahan smash.

  • MUSCLE POWER, sama seperti Carbonex yang tidak lagi banyak dipakai atlet profesional, seri ini juga tidak merinci teknologi apa yang dipakainya. Sesuai namanya, seri Muscle Power menjamin pemakainya akan merasakan transfer energi yang seamless dari tenaga otot berubah menjadi tenaga pukulan.

  • ISOMETRIC, adalah seri awal di mana Yonex mulai menggunakan desain kepala raket besar yang berbentuk mengotak. Seri ini direkomendasikan untuk pemakaian di level amatir dan rekreasional namun masih mengandung benefit desain modern dari era 90-an.

  • B-Series, seri raket dengan harga ekonomis tapi tetap terbuat dari bahan yang berkualitas bagus namun tidak seringan seri-seri lain di atasnya.

  • JUNIOR, seri ini sesuai namanya diperuntukkan bagi pebulutangkis pemula terutama pada kelompok U-12 dengan dua kategori. Kategori tipe Muscle Power Junior memiliki kepala raket dan pegangan sangat besar dengan batang raket pendek untuk memastikan anak-anak pemakainya lebih mudah mengenai shuttle cock ketika mengayunkan raket. Sedangkan tipe kedua diberi nama Nanoflare Junior yang sedikit lebih mahal karena bentuknya normal dan terbuat dari bahan yang lebih ringan untuk remaja pemula.

Well, dari semua seri ini, pasar alat olahraga online di Indonesia lebih banyak menawarkan kelas menengah dengan harga yang lebih bersahabat. Pembaca jangan mudah percaya pada penjual yang menawarkan raket seri tinggi dengan teknologi canggih yang berharga murah. Adanya sticker hologram pada raket tersebut juga bukan jaminan bahwa raket Yonex itu asli. Singkat kata, produk Yonex adalah barang olahraga yang paling banyak dipalsukan di pasar Asia Timur dan Asia Tenggara.

Bayangkan saja, sebuah raket besi berlogo Yonex ada yang banyak dijual dengan harga Rp 40 ribu saja secara offline maupun online. Ini jelas barang KW alias tiruan. Normalnya sebuah raket Yonex seri Arcsaber seharusnya dijual di kisaran Rp 290 ribuan, sedangkan seri termahal yang ready stock di wilayah Indonesia adalah Yonex Astrox dengan harga di kisaran Rp 3,5 juta hingga empat jutaan.

Untuk pembaca yang tidak yakin saat akan membeli raket bulutangkis Yonex karena adanya ketidaksesuaian harga dalam brosur resmi dan harga pasar, sebaiknya menimbang untuk juga membeli raket bulutangkis yang lebih sedikit dipalsukan seperti Lining, Carlton, Wilson, atau Victor. Atau pilihan lainnya adalah membeli dari outlet resmi Yonex secara offline dan online, yang pasti menawarkan harga normal namun keasliannya bisa dijamin.