Bola Ganjil: Dari Lapangan Hijau, Rivalitas Honduras dan El Salvador Berujung Perang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sepak bola memiliki makna lebih dari sekedar hasil pertandingan. Berbagai aspek kehidupan sering kali juga terpengaruh.

Duel El Salvador dan Honduras merupakan salah satu contohnya. Laga ini bahkan sampai menciptakan perang.

Kedua negara pada dasarnya memang sudah bersitegang. Masalah migrasi, perdagangan, dan sengketa tanah terkait perbatasan menciptakan keresahan sosial di antara mereka.

Kondisi tersebut terakumulasi dan mencapai puncaknya pada kualifikasi Piala Dunia 1970. El Salvador dan Honduras terlibat play-off pada 1969 untuk menuju turnamen di Meksiko.

Honduras mengamankan kemenangan 1-0 pada laga pertama di Tegucigalpa. Laga sempat ricuh tapi masih bisa ditangani.

Pulang Hidup-Hidup

ilustrasi BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)
ilustrasi BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Situasi baru memburuk jelang pertandingan kedua. Pemain Honduras mendapat teror dari pendukung tuan rumah saat mengunjungi El Salvador. Telur busuk, bangkai tikus, dan lap bau dilempar ke kamar hotel menembus jendela rusak semalam sebelum pertandingan.

Pendukung Honduras juga diserang suporter lokal, dengan bendera dan lagu kebangsaan diejek sebelum laga dimulai.

"Dalam situasi sepert itu, konsentrasi pemain jelas tidak tertuju ke lapangan. Mereka hanya ingin pulang dalam keadaan hidup," kata pelatih Honduras Mario Griffin dilansir Guardian.

Honduras tumbang 0-3 di duel tersebut. Griffin menilai anak asuhnya beruntung sudah kalah. Jika tidak, dia tidak bisa membayangkan nasib mereka usai pertandingan.

Putus Hubungan Diplomatik

bola ganjil (Liputan6.com/Abdillah)
bola ganjil (Liputan6.com/Abdillah)

Belum mengenal agregat skor, digelar partai ketiga di lokasi netral yakni Meksiko. Tensi tetap tinggi, apalagi media turut menambah panas lewat pemberitaan.

Hasilnya, pada 27 Juni atau hari pertandingan, Honduras memutus hubungan diplomatik dengan El Salvador. Langkah itu terbukti fatal.

Honduras tidak hanya kalah 2-3 pada laga ketiga yang membutuhkan perpanjangan waktu. Mereka juga diinvasi El Salvador pada 14 Juli.

Ketika kedua negara melakukan gencatan senjata pada 20 Juli menyusul intervensi Organisasi Negara-Negara Amerika. Namun, sekitar 1.000-2.000 nyawa sudah melayang dengan lebih dari 100 ribu orang mencari suaka.

Baru Damai 11 Tahun Kemudian

ilustrasi Sepak Bola (Liputan6.com/Abdillah)
ilustrasi Sepak Bola (Liputan6.com/Abdillah)

El Salvador baru menarik pasukan pada Agustus, tapi perjanjian damai baru ditandatangani 11 tahun kemudian.

Perang saudara lalu terjadi di El Salvador antara 1980 hingga 1992 ketika Mahkamah Internasional menganugerahkan tanah yang disengketakan kepada Honduras.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel