Bola Ganjil: Hanya di Amerika, Pemain Ditukar Pelatih

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi finansial memaksa klub sepak bola kreatif dalam membangun tim. Praktik pertukaran pemain pun makin sering terjadi.

Transaksi seperti ini sebelumnya hanya bisa dihitung dengan jari.

Biasanya klub hanya menyertakan dana untuk merekrut pemain incaran. Kalau keuangan tidak memungkinkan, pembayaran bisa dicicil dengan mendapatkan persetujuan klub penjual.

Cara terakhir yang kerap hadir pada beberapa tahun belakangan adalah pemain dipinjam dengan opsi transfer permanen di tahun berikutnya.

Jika pertukaran pemain saja sudah jarang, bisnis unik lain sempat terjadi di lapangan hijau. Transaksi tidak biasa ini layak diceritakan karena melibatkan pemain dan pelatih.

vidio:MOTION GRAFIS: Cristiano Ronaldo dan 9 Transfer Pemain Termahal dalam Sejarah Sepak Bola

Demi Angkat Prestasi

ilustrasi BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)
ilustrasi BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Selepas musim 2002, NY/NY Metrostars (kini NY Red Bulls) mencari pelatih baru yang bisa mengangkat kinerja tim. Mereka hanya memetik 11 kemenangan dalam 28 pertandingan kampanye tersebut sehingga gagal lolos play-off.

Metrostars berpaling ke Chicago Fire untuk mendapatkan Bob Bradley. Fire rela melepas sang pelatih, asalkan mendapatkan pemain idaman.

Menuruti permintaan tersebut, Metrostars mengirim Rodrigo Faria. Reputasi penyerang asal Brasil sedang tinggi. Dia mencetak delapan gol pada musim perdananya di MLS.

Torehan ini menyamai rekor bagi debutan saat itu serta berbuah penghargaan Rookie of the Year. Faria lalu menyumbang 12 gol dan lima assist di musim 2002.

Gagal Penuhi Ekspektasi

BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)
BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Sayang Faria tidak memberi kontribusi besar bagi Fire. Dia hanya bermain lima kali sebelum dilepas ke San Jose Earthquakes pada pertengahan musim.

Performanya di sana sama saja. Faria cuma tampil di empat pertandingan. Dia tercatat tidak membuat gol pada musim reguler.

Meski begitu, Faria mencatatkan nama di papan skor pada semifinal MLS Cup melawan LA Galaxy. Earthquakes kemudian merebut gelar dengan peran Faria terbilang minim.

Faria lalu pulang ke kampung halaman karena masalah pribadi. Meski berniat melanjutkan karier di sepak bola, dia akhirnya memutuskan pensiun karena tidak ada klub lokal yang mau membayar biaya transfer ke Earthquakes.

Bangkitkan Klub

bola ganjil (Liputan6.com/Abdillah)
bola ganjil (Liputan6.com/Abdillah)

Sementara Metrostars ketiban untung dengan mendapatkan Bradley. Sentuhan tangan dinginnya mengangkat tim yang secara historis minim prestasi.

Metrostars lolos ke final US Open untuk kali pertama sepanjang sejarah pada 2003. Selain itu, mereka juga lolos play-off.

Bradley menangani Metrostars hampir selama tiga tahun. Dia dipecat jelang berakhirnya musim 2005 usai tim menderita dua kekalahan beruntun yang menutup peluang melaju ke play-off.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel