Bola Ganjil: Jago Kandang Tidak Cukup untuk Rebut Gelar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Banyak faktor yang menentukan keberhasilan klub sepak bola memenangkan kompetisi. Salah satunya adalah kemampuan memaksimalkan laga kandang.

Sepanjang sejarah Liga Inggris dari berbagai kasta, bahkan ada beberapa nama yang sukses menyapu seluruh lawan yang berkunjung. Meski tidak terjadi di era modern, capaian mereka tetap patut diapresiasi.

Klub-klub itu adalah Sunderland (1891/1892), Liverpool (1893/1894) dan Bury (1894/1895) secara beruntun, Sheffield Wednesday (1899/1900), Birmingham City (1902/1903), dan Brentford (1929/1930).

Masing-masing menorehkan prestasi dengan jumlah laga berbeda, seiring dinamisnya kompetisi pada saat itu.

Sunderland di 13 pertandingan, Liverpool pada 14 laga, dan Bury selama 15 partai. Sheffield Wednesday dan Birmingham City melakukannya di 17 duel dengan Brentford boleh berbangga karena paling banyak menaklukkan tamu, tepatnya 21 lawan.

Sayang, kinerja mengesankan tersebut tidak semua berbuah titel. Birmingham dan Brentford harus puas menempati peringkat dua meski sempurna di rumah sendiri.

Rekor Tandang Tak Sebanding

bola ganjil (Liputan6.com/Abdillah)
bola ganjil (Liputan6.com/Abdillah)

Masih bernama Small Heath, Birmingham City berada di kasta kedua pada 1902/1903. Mereka mencetak 57 gol dan hanya kemasukan 11 kali untuk memenangkan 17 partai kandang.

Sayang Birmingham City cenderung melempem di markas lawan. The Blues hanya berjaya tujuh kali dan juga takluk dengan jumlah sama.

Alhasil, Birmingham City berada tiga angka di belakang Manchester City yang menjadi juara. Setidaknya mereka tetap promosi ke kasta tertinggi.

Jadi Gagal Promosi

BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)
BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Brentford patut berbangga karena memiliki rekor kemenangan kandang dengan jumlah partai terbanyak. Namun, rekor tersebut tidak berbuah apa-apa.

Berada di Divisi III, Brentford lebih banyak kalah ketimbang berjaya saat menyambangi rumah lawan. Mereka menyerah sembilan kali berbanding tujuh kemenangan.

Ditambah lima kali imbang, Brentford pun harus puas menempati posisi dua. Namun, mereka tertinggal tujuh nilai dari juara kompetisi Plymouth Argyle. Mengingat saat itu kemenangan masih dihargai dua poin, defisit tersebut jelas lebar.

Brentford pun merasakan dampak kegagalan menyeimbangkan kinerja di kandang dan tandang. Mereka gagal promosi karena hanya tersedia satu tiket. The Bees baru naik kasta pada 1933/1934.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel