Bola Ganjil: Manuver MU di Bursa Transfer, Rekrut Pemain Lawan Jelang Kick-Off

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United (MU) kerap memamerkan kekuatan di bursa transfer dengan merekrut bintang dunia. Tidak hanya itu, mereka juga kerap dramatis dalam pemilihan waktu.

Kepindahan Andy Cole dan Eric Cantona merupakan contohnya. MU menggaet bintang utama dari rival demi mewujudkan dua tujuan.

Selain memperkuat diri sendiri, mereka sekaligus memperlemah lawan. Terbukti, kehadiran Cole dan Cantona membantu MU menjadi raja Inggris.

Tidak hanya keduanya, MU juga sukses menerapkan strategi tersebut pada berbagai kesempatan lain. Kedatangan Dwight Yorke dan Robin van Persie merupakan kasus lain.

Jika dirunut, taktik itu memang sudah mendarah daging bagi MU. Buktinya adalah kisah seorang pemain yang mereka datangkan pada awal ekstensi klub. Ini adalah kisah Albert Pape.

Manuver Transfer

Suasana di luar kandang Manchester United (MU), Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)
Suasana di luar kandang Manchester United (MU), Old Trafford. (AFP/Oli Scarff)

Lahir di Elsecar, Pape membela Wath Athletic dan Bolon-on-Dearne sebelum Perang Dunia I. Dia kemudian hengkang ke Rotherham County tahun 1919 dan bersinar di sana. Pape mencetak 40 gol dalam 113 penampilan selama empat musim.

Kinerja itu berbuah transfer ke Notts County. Sayang Pape gagal memberi kontribusi signifikan. Hanya tampil enam kali dan mencetak dua gol, dia pergi ke Leyton Orient semusim berselang.

Di sana Pape kembali cemerlang. Pada laga kedua, dia mencetak empat gol untuk membantu tim menaklukkan Oldham Athletic 5-1. Pape terus menjadi bagian penting tim sebelum klub terkena krisis sehingga berniat menjual mayoritas pemain.

Manajer MU ketika itu, John Chapman, sedang mencari striker anyar setelah Willie Henderson dilepas ke Preston North End. Dia membutuhkan bantuan dalam upaya membawa tim promosi ke kasta tertinggi.

Sempat memantau sejumlah tim, Chapman akhirnya mendengar kondisi Pape. MU dengan cepat menghubungi Orient. Nilai transfer disepakati sebesar 1.070 poundsterling. Chapman minta datang ke stasiun untuk menyelesaikan perjanjian.

Pada Februari 1925, kereta tiba di Manchester pada tengah hari. Chapman dan Pape kemudian meneken kontrak di kantor pos, untuk langsung mengirim berkas ke markas federasi sepak bola dan otoritas liga. Transfer ini diverifikasi kurang dari sejam sebelum kick-off.

Rentetan peristiwa ini bisa memengaruhi psikologis pemain yang berdampak pada penampilan di lapangan. Namun Pape justru tamppil baik.

Dia membantu MU memperbesar skor menjadi 3-1 sebelum jeda. Pape hampil mencetak gol kedua jika tandukannya tidak mengenai tiang gawang. MU menang 4-2 di laga tersebut.

Tingkatkan Minat

Ilustrasi logo Manchester United (Business of Soccer)
Ilustrasi logo Manchester United (Business of Soccer)

Transfer Pape jelas dramatis. Banyak yang mengagumi manuver MU. Terbukti, minat penonton meningkat pada hari pertandingan.

Mendengar isu kedatangan penyerang anyar di tim kesayangan, jumlah suporter yang datang ke stadion meningkat tujuh ribu dari 18 ribu yang sebelumnya sudah membeli tiket.

Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik perilaku Setan Merah. Media berbicara paling keras. Pers menyebut langkah MU menunjukkan kelemahan dalam sistem transfer dan memudahkan klub kaya.

Kurang dari Semusim

ilustrasi BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)
ilustrasi BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Periode bulan madu Pape di Old Trafford sendiri berlangsung singkat. Meski tetap jadi starter dan membawa tim promosi, fisiknya menurun drastis pada musim baru. Dia hanya bermain dua kali sebelum MU menjualnya ke Fulham pada Oktober 1925.

Saksikan Video Berikut Ini