Bola Ganjil: Pelindung Timnas Inggris dan MU yang Tidak Malu Tampil Ompong

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Nobby Stiles dengan refleks bertanya mendengar instruksi pelatih Timnas Inggris Alf Ramsey jelang semifinal Piala Dunia 1966 melawan Portugal. Diminta menetralisir Eusebio, dia berkomentar, "hanya di laga nanti atau untuk seumur hidup?".

Pernyataan tersebut menunjukkan karakter Stiles. Di dalam lapangan, dia merupakan pelindung lini belakang efektif. Stiles bahkan bisa disebut sebagai pionir dalam posisi yang kini dijalankan para gelandang bertahan di dunia sepak bola.

Sosok kelahiran Collyhurst ini menjalankan tugasnya dengan efisien, tidak egois, ekonomis dalam penguasaan bola, serta kerap lepas dari perhatian.

Inggris pun menikmati kontribusinya. Penampilan Stiles dalam meredam Eusebio yang dijuluki The Black Panther membuka jalan ke final.

Di partai puncak, dia tidak mendapat pekerjaan menjaga satu individu tertentu. Tapi Stiles tetap tampil baik dan membantu Inggris merebut gelar, hingga kini masih tercatat sebagai satu-satu titel mereka di pentas internasional.

Namun, bukan cuma negara yang bersyukur karena memilikinya. Manchester United (MU) juga merasakan dampak positif Stiles. Dua tahun kemudian di tempat sama, Stiles kembali menghadapi Eusebio di final Piala Champions.

Dia kembali sukses menghentikan lawan yang reputasinya lebih mentereng. MU pun menjadi klub Inggris pertama yang menjuarai kompetisi primer antarklub sepak bola Eropa.

Dengan dua kesuksesan itu, Stiles menjadi salah satu dari tiga orang Inggris yang memenangkan Piala Dunia dan Piala/Liga Champions. Dua lainnya adalah Bobby Charlton dan Ian Callaghan.

Ompong Bertemu Ratu Elizabeth II

Nobby Stiles merayakan kemenangan di Piala Dunia 1966 bersama Alf Ramsey dan Bobby Moore. (Twitter)
Nobby Stiles merayakan kemenangan di Piala Dunia 1966 bersama Alf Ramsey dan Bobby Moore. (Twitter)

Rekor itu mungkin tidak akan terjadi jika Ramsey mendengarkan desakan dari Football Association (FA). Stiles cedera parah karena dikasari Jacky Simon pada laga grup PIala Dunia 1966 melawan Prancis.

FA meminta Ramsey menggantinya karena berpotensi memengaruhi kinerja tim secara keseluruhan. Namun, sang manajer legenda menolak. Dia bahkan mengancam dan siap mundur jika FA mengintervensi.

Federasi akhirnya memilih mundur dan Ramsey beserta Stiles mempersembahkan titel.

Dikenal sebagai pribadi pendiam, Stiles memiliki karakter unik. Salah satunya terlihat dalam keengganannya memakai gigi palsu saat bertanding, termasuk pada final Piala Dunia 1966 melawan Jerman Barat.

Alhasil, Stiles didokumentasikan dengan penampilan ompong pada momen terbesar dalam kariernya. Termasuk saat dirinya menghadap Ratu Elizabeth II saat menerima trofi.

Pemain Kunci di Old Trafford

Nobby Stiles bersama Bobby Charlton dan George Best. (Twitter)
Nobby Stiles bersama Bobby Charlton dan George Best. (Twitter)

Dengan gigi berlubang, rambut menipis, dan rabun dekat, yang memaksanya memakai lensa kontak saat bertanding, Stiles tidak memiliki penampilan rupawan. Namun, dia mengatasi kekurangannya melalui kerja keras di lapangan.

Bersama MU, pemilik nama lengkap Norbert Peter Stiles ini bertugas merebut bola dari lawan dan memberikannya ke rekannya yang lebih kreatif, Charlton dan George Best. Selain Piala Champions 1968, dia juga mempersembahkan dua gelar liga bagi The Red Devils.

Menghabiskan 11 musim di Old Trafford, Stiles melanjutkan petualangan bersama Middlesbrough pada 1971. Saat itu karier internasionalnya sudah berakhir.

Cedera dan kemunculan Alan Mullery membuatnya menjadi pelapis pada Piala Dunia 1970. Stiles lalu gantung sepatu bersama Preston North End tahun 1975.

Didik Class of '92

Nobby Stiles. (Twitter)
Nobby Stiles. (Twitter)

Dia kembali ke Preson sebagai pelatih pada 1977. Sempat juga menangani Vancouver Whitecaps dan West Bromwich Albion, Stiles lalu pulang ke Old Trafford untuk menangani pemain muda.

Pengoleksi 28 caps bersama Inggris itu memainkan peran penting mengembangkan talenta muda yang dikenal dengan Class of '92 yakni David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes. Nicky Butt, serta Neville bersaudara, Gary dan Phil.

Mendapat gelar kebangsaan MBE pada 2000, Stiles akhirnya kalah dalam pertarungan panjang melawan kanker prostat dan dementia, Jumat (30/10/2020). Dia meninggal di usia 78 tahun.

Saksikan Video MU Berikut Ini