Bola Ganjil: Tahun Penuh Kejutan, Ketika Juara Tidak Terduga Menguasai Eropa

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tahun 2016 merupakan periode anomali di sepak bola. Banyak kejutan terjadi dengan hadirnya juara-juara baru.

Portugal sukses merebut gelar internasional perdana di Euro. Sebuah capaian meski mereka gagal menang pada fase grup yang berisi Austria, Hungaria, dan Islandia.

La Seleccao das Quinas melaju ke babak gugur sebagai salah satu penghuni peringkat tiga terbaik. Setelah itu mereka membutuhkan perpanjangan waktu (vs Kroasia, 16 besar) dan adu penalti (vs Polandia, 8 besar) untuk terus melaju.

Usai menyisihkan Wales di semifinal, Portugal juga dirudung sial dengan cedera kapten dan top skor sepanjang masa Cristiano Ronaldo. Lawan yang dihadapi juga tuan rumah Prancis. Nyatanya, mereka berjaya 1-0.

Tidak lupa kisah Cinderella milik Leicester City di Liga Inggris. Hampir terdegradasi musim sebelumnya, The Foxes menduduki takhta berbekal pelatih dan skuat yang dianggap sudah habis.

Capaian mereka terasa makin fenomenal karena kemampuan mengalahkan klub-klub kaya bertabur bintang seperti Manchester City, Chelsea, hingga Manchester United.

Meski begitu, ada periode lain yang menghasilkan lebih banyak kejutan dengan hadirnya juara-juara tidak terduga pada kompetisi populer.

Yunani dan Juara Domestik

Yunani - Tak ada yang memprediksi Yunani akan menjadi Juara Euro 2004. Perjalanan terjalnya diawali dari keberhasilan mereka
Yunani - Tak ada yang memprediksi Yunani akan menjadi Juara Euro 2004. Perjalanan terjalnya diawali dari keberhasilan mereka

Pada 2004, masyarakat tidak percaya melihat kesuksesan Yunani menjadi juara Eropa. Negara yang baru sekali lolos ke Piala Dunia dan Euro (pada saat itu) dan memiliki top skor yang hanya mencetak 29 gol (Nikos Anastopoulos), mampu menyisihkan Spanyol (grup), Prancis (perempat final), dan tuan rumah Portugal (final) untuk mengangkat trofi.

Gelaran Liga Champions turut membuat publik terhenyak dengan hadirnya FC Porto sebagai juara. Meski sebelumnya pernah juara pada 1987, tidak ada yang mengira mereka bakal kembali mengangkat Si Telinga Besar. Apalagi di era klub super dari negara-negara seperti Inggris, Spanyol, dan Italia.

Kejutan lain hadir di dua kompetisi domestik kuat Eropa. Valencia menembus dominasi Real Madrid dan Barcelona untuk menjuarai La Liga Spanyol. Di Jerman, Werder Bremen meruntuhkan hegemoni Bayern Munchen demi menguasai Bundesliga Jerman.

Rebut Piala Domestik

bola ganjil (Liputan6.com/Abdillah)
bola ganjil (Liputan6.com/Abdillah)

Tidak hanya itu, juara tidak terduga turut hadir di kompetisi nasional. Middlesbrough memenangkan Piala Liga Inggris dengan Real Zaragoza menjuarai Copa del Rey.

Meski tidak membawa pulang trofi, capaian Millwall masuk final Piala FA juga masuk kategori. Begitu pula kemampuan Bolton Wanderers menembus laga puncak Piala Liga Inggris.

Tidak ketinggalan aksi klub Ligue 2 LB Chateauroux melangkah ke partai pamungkas Piala Prancis.

Dengan rentetan nama-nama tersebut, barangkali tidak akan ada lagi tahun yang mampu mengalahkan 2003 sebagai edisi paling mengejutkan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel