Bola Ganjil: Transformasi 12 Bulan di Bokelbergstadion

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Banyak yang bisa terjadi dalam kurun waktu 12 bulan. Serangkaian lewatnya momen pun menghadirkan perubahan.

Dinamika ini terlihat dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk di olahraga khususnya sepak bola.

Jangankan satu tahun. Boxing Day Liga Inggris 1963 menunjukkan hasil kontras antara dua tim yang bertanding hanya dalam hitungan hari.

Salah satu bukti jelas teori ini juga terlihat di Bundesliga. Bertarung di tempat sama terpisahkan satu tahun, kedua tim yang beraksi merasakan hasil berbeda.

Ini adalah ceritanya:

Kemenangan Bersejarah

bola ganjil (Liputan6.com/Abdillah)
bola ganjil (Liputan6.com/Abdillah)

Pada 7 Januari 1967, peringkat lima Borussia Monchengladbach menjamu Schalke 04 yang duduk di urutan 13 klasemen sementara. Meski peringkat terlihat jauh, kedua tim sebenarnya hanya dipisahkan empat angka.

Maka tidak ada yang menyangka peristiwa yang terjadi di Bokelbergstadion.

Tuan rumah tancap gas dan sudah unggul empat gol di babak pertama, dua di antaranya disumbang Bernd Rupp. Angka lain datang dari Jupp Heynckes dan Herbert Laumen.

Monchengladbach lalu mencetak tujuh gol tambahan selepas jeda. Gunter Netzer tidak mau ketinggalan dari rekan dan dua kali merobek gawang lawan. Sedangkan Rupp, Laumen, dan Heynckes masing-masing melengkapi hattrick.

Hingga kini hasil 11-0 jadi salah satu kemenangan terbesar sepanjang sejarah Die Fohlen, hanya kalah dari pesta gol 12-0 saat menghajar Borussia Dortmund pada 29 April 1978.

Sebaliknya, pertandingan di Bokelbergstadion jadi kekalahan terbesar Schalke sepanjang masa.

Pembalasan Schalke

ilustrasi BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)
ilustrasi BOLA GANJIL (Liputan6.com/Abdillah)

Waktu dipercepat setahun kemudian. Monchengladbach kembali menjamu Schalke pada 6 Januari.

Posisi mereka kurang lebih sama seperti 12 bulan sebelumnya. Monchengladbach merupakan salah satu tim papan atas dengan Schalke berkutat di zona berbahaya. Keduanya dipisahkan delapan angka.

Kejutan kembali terjadi. Kali ini Schalke yang mencetak lima gol melalui Hans-Jurgen Wittkamp (2), Hermann Erlhoff, Manfred Pohlschmidt, dan Willi Kraus.

Netzer sempat memperkecil skor, sebelum Pohlschmidt mencetak gol kedua bagi tim tamu. Schalke menang 6-1.

Perubahan Schalke

ilustrasi Sepak Bola (Liputan6.com/Abdillah)
ilustrasi Sepak Bola (Liputan6.com/Abdillah)

Keterpurukan Monchengladbach terasa mengherankan karena komposisi tim tidak jauh berbeda. Sebanyak tujuh pemain tampil di dua laga, termasuk pencetak hattrick Laumen dan Netzer.

Sedangkan Schalke memang melakukan banyak perubahan. Setelah dipermalukan pada partai pertama, Klaus Senger, Friedel Rausch, dan Gerhard Neuser bisa tersenyum karena mampu membalas.

Bisa dilihat pula seluruh pencetak gol kemenangan Schalke pada duel 1968 tidak merumput setahun sebelumnya.

Saksikan Video Bundesliga Berikut Ini