Bolehkah Berolahraga di Bulan Ramadhan?

Syahdan Nurdin, pppadaqu
·Bacaan 2 menit

VIVA – Berpuasa di bulan suci Ramadhan bukan menjadi sebuah halangan untuk tetap melakukan kegiatan olahraga.

Menurut Ahli Ilmu Olahraga Klinis Departemen Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) Deta Tanuwidjaja, kurangnya aktivitas olahraga selama bulan suci Ramadhan ditambah masih menjalarnya pandemi Covid-19 justru dapat meningkatkan risiko terserang infeksi dalam skala sedang bahkan hingga tinggi.

Berolahraga selama bulan puasa memang dianjurkan, bahwasanya sejauh ini memang tidak ada larangan selama bulan puasa kita untuk berolahraga.

Memang terdapat sebuah perbedaan ketika berolahraga di bulan puasa dengan berolahraga di hari-hari biasa. Hal ini karena terdapat rentang waktu di mana tubuh kita terdapat kekurangan nutrisi serta cairan.

Namun, dengan pengelolaan manajemen nutrisi dan manajemen waktu yang baik untuk melaksanakan olahraga, hal itu tidak akan menjadi sebuah hambatan bagi kita untuk terus berolahraga di bulan suci Ramadhan.

Ketika berpuasa, kita harus menahan lapar dan haus kurang lebih selama 12 jam. Oleh karena itu selain memperhatikan waktu yang baik untuk berolahraga selama berpuasa, kita juga perlu memperhatikan asupan makanan serta nutrisi yang diperlukan tubuh selama kita berpuasa.

Selain itu, biasanya porsi makan seseorang selama berpuasa juga dapat akan berbedea dengan hari biasanya. Namun usahakan untuk selalu menjaga pola makan dengan memperhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, tidak berlebih dan juga tidak kekurangan, serta juga mengkonsumsi makanan yang mengandung zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, serta mineral untuk memenuhi kebutuhan zat gizi yang perlukan tubuh selama bulan suci Ramadan.

Ada beberapa pilihan waktu selama bulan puasa untuk melakukan olahraga.

1. Setelah sahur

Olahraga yang dianjurkan setelah kita melaksanakan sahur adalah olahraga-olahraga yang terbilang cukup ringan seperti jogging ataupun yoga. Menurut Deta Tanuwidjadja, waktu subuh atau setelah sahur merupakan kondisi ketika tubuh sudah menerima asupan nutrisi dan hidrasi dari makan sahur.

2. Menjelang berbuka puasa

Waktu ini merupakan waktu yang baik untuk kita melakukan olahraga-olahraga yang ringan, namun ditambah dengan sedikit penguatan otot. Olahraga sebaiknya dilakukan setidaknya 30 – 60 menit menjelang waktu berbuka puasa karena mendekati waktu makan.

3. Setelah Salat Tarawih

Di waktu ini merupakan waktu terbaik untuk melakukan kegiatan olahraga, karena setelah salat Isya, makanan yang dikonsumsi setelah berbuka puasa sudah tercerna dengan baik.

Permasalahan yang juga sering muncul ketika berolahraga ialah dehidrasi. Dehidrasi sering terjadi ketika menjalani kegiatan olahraga, apalagi dilakukan ketika sedang berpuasa. Untuk mencegah hal itu terjadi, asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh juga harus selalu diperhatikan. Paling tidak, cairan yang harus dikonsumsi tubuh setiap harinya adalah 1,5 hingga 2 liter per hari.

Selain itu, juga disarankan untuk membatasi melakukan aktivitas fisik di siang hari untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Melakukan olahraga yang mengeluarkan banyak keringat di siang hari saat puasa dapat menyebabkan dehidrasi karena cairan tubuh hilang melalui keringat.