Bolehkah Kepala Sikat Gigi Ditutup?

Donny Adhiyasa, Isra Berlian
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketika berbelanja sikat gigi, sering kita temui produk sikat gigi dilengkapi dengan tutup sikat gigi. Penutup sikat gigi diklaim dapat menghindari bulu sikat gigi menjadi kotor.

Lalu apakah, benar demikian? Dalam program Hidup Sehat tvOne, drg. Tengku Annisa MARS angkat bicara. Dijelaskannya salah satu alasan adanya penutup kepala sikat gigi dimungkinkan untuk higienitas ketika berada di luar rumah.

"Mungkin didesain kalau traveling tidak kotor," kata dia, Rabu 17 Maret 2021.

Namun, dijelaskan Annisa bahwa jika sikat gigi yang usia digunakan langsung ditutup ditakutkan dapat membuat bakteri berkembang. Yang mana pada akhirnya dapat menggangu kesehatan gigi dan mulut.

"Kalau ditutup dalam kondisi basah setelah sikat gigi salah, lembab tutup akhirnya bakteri gampang berkembang dalam kondisi lembab, baiknya tidak ditutup," jelas dia.

Annisa melanjutkan, pasca menyikat gigi, bilas sikat gigi kemudian tunggu bulu sikat gigi mengering. Setelah itu bisa tutup kepala sikat gigi dengan penutup sikat gigi.

Untuk diketahui, cara yang paling baik untuk mencegah pertumbuhan kuman pada bulu-bulu di sikat gigi adalah dengan menyimpannya dalam posisi tegak agar tidak bersinggungan dengan sikat gigi lain, penting juga untuk membilas sikat secara menyeluruh seusai menggunakannya.