Bolehkah Orang dengan HIV Menerima Vaksin COVID-19?

·Bacaan 1 menit

VIVAVaksin COVID-19 diketahui menjadi salah satu cara untuk menekan laju penularan virus COVID-19 di masyarakat. Selain menekan laju penularan, vaksinasi juga dapat menekan perburukan gejala pada pasien yang terpapar COVID-19.

Namun pemberian vaksin COVID-19 pun harus memenuhi sejumlah syarat. Beberapa masyarakat yang memiliki penyakit seperti jantung, penyakit autoimun, diabetes, dan lainnya diketahui belum bisa mendapatkan vaksin COVID-19.

Lantas bagaimana dengan masyarakat yang mengidap HIV/AIDS? Apakah mereka boleh mendapatkan vaksinasi COVID-19?

Terkait hal itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Prof. Zubairi Djoerban angkat bicara. Dijelaskan Prof Zubairi, mereka yang memiliki sistem kekebalan lemah seperti orang dengan HIV/AIDS boleh menerima vaksinasi COVID-19.

Ada pertanyaan kepada saya. Apakah vaksin COVID-19 aman untuk orang yang memiliki sistem kekebalan lemah seperti orang dengan HIV atau AIDS? Jawabannya aman. Beberapa studi menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 aman untuk ODHA, Odapus, penerima transpalansi, dan kanker,” kata Prof Zubairi dalam akun Twitternya.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Prof. Zubairi orang dengan HIV sangat rentan terpapar COVID-19. Diketahui mereka dengan HIV memiliki risiko terpapar COVID-19 hingga mencapai 30 persen.

Sebagai informasi, penelitian WHO mengungkap bahwa infeksi HIV sangat terkait terhadap peningkatan risiko Covid-19 dengan gejala parah dan kematian. Risikonya mencapai 30 persen. Sebab itu, untuk para ODHA, segera dapatkan vaksin dan tetap patuhi prokes,” ungkap Prof Zubairi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel