Bolos Setengah Tahun, Anggota Polres Ende Dipecat

Laporan Wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius

TRIBUNNEWS.COM, ENDE--Briptu Haryanto Pua, anggota polisi yang bertugas di Satuan Sabhara Polres Ende dipecat atau diberhentikan tidak dengan hormat. Pemecatan Haryanto dilakukan dalam suatu upacara yang dipimpin Kapolres Ende, AKBP Musni Arifin, di Lapangan Apel Polres Ende, Kamis (13/9/2012).

Kapolres Musni mengatakan, pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada Haryanto Pua dilakukan karena yang bersangkutan melakukan tindakan melanggar disiplin sebagai anggota Polri. Haryanto Pua tidak pernah masuk kantor selama enam bulan tanpa ada alasan yang jelas.

Meskipun upacara PTDH dilakukan tanpa kehadiran yang bersangkutan, namun tidak mengurangi esensi dasar dari upacara tersebut. Karena sebelumnya, kata Musni, pihaknya sudah beberapa kali menghubungi yang bersangkutan untuk hadir, namun yang bersangkutan enggan hadir. Dengan demikian, acara PTDH dilakukan tanpa kehadiran yang bersangkutan atau in absensia.

Musni mengatakan, dari pemeriksaan terhadap Haryanto Pua terungkap bahwa yang bersangkutan memang sudah tidak mau menjadi anggota polisi serta memilih menjalani profesi lain.

"Sebenarnya memang disayangkan dia (Haryanto Pua, Red) masih sangat muda. Karier sebagai anggota polisi masih sangat panjang. Tapi mau bagaimana lagi dia sudah tidak mau menjadi polisi. Tapi tidak apa-apa karena masih banyak bahkan ratusan orang yang antre mau menjadi polisi," kata Musni.

Selaku pimpinan, jelas Musni, dia meminta kepada anggota polisi yang ada di Polres Ende baik perwira maupun anggota agar menjaga sikap dan tutur kata sesuai kode etik maupun profesi sebagai anggota Polri.

Dikatakannya, bagi anggota yang telah melakukan pelanggaran harus diingatkan dan ditindak dengan tegas sepadan dengan perbuatanya serta seadil-adilnya tanpa pandang bulu. Namun sebelumnya diupayakan adanya pembinaan maupun pengawasan agar yang bersangkutan tidak menjadi lebih liar atau tidak terkendali. Juga menyadari akan segala perbuatan yang telah dilakukan memang betul-betul salah serta melanggar hukum.

"Pelanggaran seorang oknum Polri tidak hanya merusak citra dan nama baik dirinya tetapi juga citra serta nama baik institusi Polri," kata Musni.

Menurut Musni, karena Briptu Haryanto Pua diberhentikan tidak dengan hormat maka segala hak-haknya sebagai mantan anggota polisi tidak diberikan.  "Kalau diberhentikan dengan hormat,  hak-hak sebagai mantan anggota polisi tentu akan diberikan seperti karena kecelakaan dalam tugas, meninggal atau sakit sehingga tidak bisa menjalakan tugas sebagai anggota polisi," kata Musni.* 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.