Bom Bunuh Diri Makassar, Aparat Diminta Tangkap Sisa Jaringan Teroris

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar menuai kecaman dari masyarakat luas termasuk elite partai politik. Aparat diminta mengusut tuntas motif dan tangkap jaringan pelaku teroris yang masih tersisa.

Terkait itu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri tersebut. Ketua Umum DPP PSI, Giring Ganesha menyampaikan teror tersebut sebagai tragedi kemanusiaan.

“PSI mengutuk keras aksi kekerasan yang menimpa saudara-saudara kita, terlebih terhadap mereka yang ingin menjalankan ibadah dengan tenang. Ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar yang baru terjadi ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan,” kata Giring, dalam keterangan tertulis, Minggu, 28 Maret 2021.

Dia melanjutkan, pentingnya aparat keamanan mengusut tuntas dan menanggulangi kelompok-kelompok teroris yang kerap mengusik ketenangan beribadah antar-umat agama. “Kami sangat mendukung aparat berwenang untuk mengungkap tuntas dan menangkap jaringan teroris yang masih bertahan,” ujar Giring.

Giring pun mengajak masyarakat tak takut terhadap aksi teror ini. Menurutnya, jangan sampai kalah melawan aksi kekerasan yang dilakukan teroris. Sebab, kelompok teroris memang bertujuan membuat takut masyarakat sehingag memunculkan keresahan.

“Kita, Indonesia, tidak akan pernah takut dan kalah melawan aksi-aksi kekerasan semacam ini," tutur Giring.

Selain itu, Giring juga mengajak seluruh masyarakat agar bersatu padu melawan terorisme. “Kami menyerukan kepada seluruh masyarakat bersatu melawan terorisme. Siapa saja dan di mana saja bisa jadi korban dari kelompok teroris. Tetap tenang dan waspada, jangan takut dan kita lawan bersama," ujar Giring.

Seperti diketahui, ledakan terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu 28 Maret 2021, sekitar pukul 10.20 WITA. Ledakan itu terjadi saat jemaat gereja baru saja selesai menjalankan ibadah misa.

Dari peristiwa ini, 14 korban luka yang terdiri dari jemaat gereja dan petugas keamanan gereja. 14 korban luka itu sudah menjalani perawatan di tiga rumah sakit di Makassar.

Pun, data sementara, satu tewas di lokasi ledakan diduga pelaku bom bunuh diri. Jasad potongan tubuh pelaku akan dibawa ke RS Bhayangkara Makassar.