Bom Bunuh Diri, Zulkifli: Jika Tak Diungkap Akan Saling Curiga

Siti Ruqoyah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengutuk keras terjada aksi bom bunuh diri yang terjadi di gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu pagi kemarin. Wakil ketua MPR RI ini menyebut apapun motif pelaku teror tidak bisa dibenarkan.

“Pelaku dan jaringannya, perlu diusut tuntas hingga ke akar-akarnya. Saya mendorong pemerintah melalui aparat berwenang untuk segera melacak pelaku aksi yang diduga bom bunuh diri ini. Biasanya kejadian seperti ini tidak bersifat tunggal dan terpisah. Jika pelaku memang terhubung dengan jaringan teroris tertentu, perlu segera diusut semua aktor yang terlibat, karena kejadian ini sudah menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat,” ujar Zulkifli, Senin 29 Maret 2021.

Dia menambahkan, dengan kejadian ini diharapkan kepolisian kembali meningkatkan keamanan di semua tepat ibadah. Menurutnya, dengan adanya peristiwa ini, sangat menganggung ketenangan kerukunan beragama dan kehidupan berbangsa.

“Jika tidak cepat terungkap latar belakang dan aktornya, dikhawatirkan terjadi saling curiga dan saling tuduh yang berbahaya. Tindakan kekerasan ekstrem dan terorisme semacam ini tidak dibenarkan dalam agama manapun,” tambah dia.

Saat ini, kata Zulkifli, pihak berwajib tengah melakukan evakuasi dan pendataan korban. “Saya berharap, insiden ini tidak memakan banyak korban jiwa dan luka, semoga Saudara-saudaraku semua umat Nasrani yang tengah beribadah di Gereja Katedral Makassar pagi ini mendapat perlindungan,” kata doa.

Tak lupa dia juga menyampaikan bela sungkawa mendalam kepada para korban dan keluarganya. “Mari kita bergandeng tangan, terorisme dan kekerasan yang merusak kerukunan bangsa ini adalah musuh kita bersama,” ujar dia.


Seperti diketahui, aksi bom bunuh diri terjadi pada Minggu tadi sekitar pukul 10.20 WIB. Imbas teror tersebut, 14 orang yang merupakan jemaat gereja dan sekuriti gereja mengalami luka-luka akibat serpihan bom.

Adapun update terakhir, Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam menyebut jumlah korban bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral di Makassar kini bertambah jadi 20 orang.