Bom Mobil Hantam Wisma di Afghanistan Saat Jam Berbuka Puasa, 30 Orang Tewas

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Logar - Bom mobil menewaskan 30 orang di Afghanistan pada Jumat 30 Mei 2021 waktu setempat ketika orang-orang berbuka puasa di bulan suci Ramadan.

Siswa SMA adalah di antara korban yang tewas kata pejabat lokal.

Bom meledak dekat dengan wisma di mana para siswa dilaporkan tinggal di Pul-e-Alam, ibu kota provinsi Logar timur.

Puluhan orang terluka. Saksi menggambarkan atap runtuh dan korban terjebak di bawah puing-puing, demikian seperti dikutip dari BBC, Sabtu (1/5/2021).

Tidak ada kelompok yang mengklaim serangan itu.

Sejumlah bangunan rusak dalam ledakan sekitar pukul 19.00 waktu setempat (15.30 GMT) termasuk wisma sipil.

Beberapa dari mereka yang tewas adalah siswa sekolah menengah yang bersiap untuk mengikuti ujian masuk universitas, kata Hasibullah Stanekzai, kepala dewan provinsi Logar.

Sebanyak 90 orang terluka, kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Tariq Arian.

Dia mengatakan ledakan itu menyebabkan kerusakan luas di daerah itu, termasuk ke rumah sakit dan perumahan.

"Atap-atap rumah telah runtuh dan orang-orang terjebak di bawah puing-puing," katanya.

"Aparat keamanan berusaha menyelamatkan mereka yang terjebak."

Rekaman yang beredar secara online menunjukkan korban ditarik dari reruntuhan. Sebuah bangsal di rumah sakit terdekat tampaknya mengalami kerusakan ledakan.

Mobil itu meledak di dekat rumah mantan kepala dewan provinsi dan tidak jauh dari rumah sakit, Didar Lawang, juru bicara gubernur Logar, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Kedutaan Besar Inggris di Kabul mengutuk serangan itu, dengan mengatakan "kekerasan yang tidak masuk akal ini terhadap warga sipil harus berhenti".

Pasca-pengumuman Penarikan Pasukan AS

Ilustrasi Bom. (Freepik/Pikisuperstar)
Ilustrasi Bom. (Freepik/Pikisuperstar)

Afghanistan telah melihat lonjakan kekerasan sejak Presiden AS Joe Biden mengumumkan pasukan AS akan mundur pada 11 September.

Ledakan itu datang sehari sebelum militer AS secara resmi mulai menarik pasukannya yang tersisa dari Afghanistan.

Presiden Biden mengumumkan awal bulan ini bahwa semua pasukan Amerika akan meninggalkan Afghanistan pada peringatan 20 tahun serangan 11 September 2001 di AS.

Keputusan itu membuat marah Taliban yang telah menandatangani kesepakatan dengan Presiden AS sebelumnya Donald Trump setuju semua pasukan akan meninggalkan negara itu pada 1 Mei jika para militan menegakkan kesepakatan.

Negara ini telah melihat peningkatan kekerasan militan dalam beberapa bulan terakhir, termasuk peningkatan korban sipil.

Simak video pilihan berikut: