Bon Pembelian Bensin Ini Jadi Sorotan Warganet

·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebagian besar kendaraan yang beredar di Indonesia, membutuhkan bahan bakar untuk bisa melaju di jalanan. Cara mendapatkannya, yakni dengan singgah di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU.

Setiap transaksi pembelian bahan bakar minyak atau BBM, selalu disertai dengan struk atau bon. Sesuai dengan perkembangan teknologi, kertas tersebut dicetak secara otomatis.

Namun, pada zaman dahulu prosesnya masih dilakukan dengan cara manual yakni ditulis menggunakan tangan. Kertas ini biasanya diminta oleh pengguna kendaraan operasional perusahaan, yang akan diberikan ke bagian keuangan untuk dimasukkan ke dalam pembukuan.

Bicara soal bon pembelian BBM, baru-baru ini beredar di media sosial foto secarik kertas yang membuat geger dan menjadi sorotan warganet.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman media sosial Facebook @motuba, Minggu 16 Mei 2021, foto tersebut memperlihatkan bon pembelian BBM jenis Premium sejumlah 33 liter.

Hal yang membuat kaget yakni biaya yang harus dikeluarkan pemilik mobil, di mana angkanya menunjukkan jumlah Rp1.000 saja. Padahal, saat ini Pertamina membanderol Premium dengan harga Rp6.550 per liter.

Ternyata, bon tersebut bukan dibuat saat ini, melainkan pada 1975 di mana jumlah pemilik kendaraan masih sedikit sehingga kebutuhan BBM tidak sebanyak sekarang.

Uniknya, zaman dahulu belum dikenal nama SPBU. Para pemilik mobil dan motor jika hendak membeli BBM, harus mengunjungi depot bensin.

Tak hanya itu, jenis BBM yang ditawarkan juga bukan hanya satu, melainkan tiga yakni bensin, Premium dan Super 98.

“Busyet pas saya lahir segitu ya harga bengsinnya,” tulis warganet.

“Waw 30 liter cuma 1000. Coba sekarang 1000 dapat berapa liter,” kata warganet lainnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel