Bonus demografi, Erick Thohir: siapkan peta jalan buka lapangan kerja

·Bacaan 1 menit

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan pentingnya penyiapan peta jalan atau roadmap terkait pembukaan lapangan kerja yang selaras dengan Industri 4.0.

Dalam diskusi daring di Jakarta, Kamis, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan Indonesia akan menghadapi bonus demografi dengan mayoritas penduduk berusia di bawah 40 tahun. Bahkan terdapat tambahan 50 juta penduduk pada tahun 2035.

"Artinya apa? Jangan juga sampai seperti ini bahwa kita tidak menyiapkan peta jalan atau roadmap bagaimana pembukaan lapangan kerja tidak selaras dengan Industri 4.0," ujar Erick Thohir.

Baca juga: Erick Thohir: Program SDM jadi kunci perubahan transformasi BUMN

Oleh karena itu Erick Thohir banyak mengangkat pemimpin muda di BUMN, mengingat hal tersebut menjadi bagian dari transformasi dan dirinya juga mengingatkan kepada para senior di BUMN-BUMN akan pentingnya regenerasi.

"Karena itu keberlanjutan merupakan hal penting, bahwa hal ini menjadi bagian juga pembukaan lapangan kerja yang bisa kita antisipasi. Jangan sampai ketika go digital, tetapi aspek tenaga kerja tidak dipikirkan juga. Saya yakin pertumbuhan ekonomi tidak akan terjadi kalau tidak rukun," ujar Erick Thohir.

Baca juga: Mimpi terbesar Erick Thohir yakni transformasi BUMN jangan terhenti

Menteri BUMN juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk saling bersinergi terkait bagaimana menciptakan lapangan kerja yang selaras dengan Industri 4.0.

"Kita harus duduk bersama untuk memastikan digitalisasi ini sangat bagus, kita akan dorong. Transformasi itu akan dipercepat. Kita juga menciptakan para usahawan baru, sektor UMKM yang sangat menjadi tulang punggung dan juga bagaimana penciptaan lapangan kerja harus diselaraskan," kata Erick Thohir.

Baca juga: Erick Thohir dorong pengembangan industri digital secara komprehensif

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel