Bonus Demografi Jadi Peluang Sekaligus Tantangan Generasi Muda

·Bacaan 3 menit

VIVA – Indonesia diprediksi akan mengalami masa Bonus Demografi. Ikatan Pranata Humas Indonesia berkolaborasi bersama komunitas Lingkar Bestari dan Teachnspire mengadakan seminar online pada Minggu (9/5/2021).

Seminar tersebut berjudul “Siapkah Kamu Menghadapi Bonus Demografi?”. dengan pembahasan mengenai kesiapan generasi muda dalam beradaptasi pada masa Bonus Demografi yang dimulai dengan memahami peluang dan tantangannya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pelajar SMA/Sederajat, Mahasiswa, dan peserta umum. Diharapkan dengan adanya seminar yang membahas kesiapan menghadapi Bonus Demografi.

“Generasi muda dapat memahami apa itu Bonus Demografi, dampak kehadirannya, dan peran yang dapat diambil oleh generasi muda,” ujar Imam Suryanto selaku salah satu pemateri sekaligus anggota DPP Iprahumas Indonesia Bidang Diseminasi dan Informasi.

Bonus Demografi sendiri yaitu, suatu kondisi di mana jumlah penduduk produktif atau angkatan kerja (usia 15 – 64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk yang tidak produktif (di bawah 5 tahun dan di atas 64 tahun).

Seminar yang dilakukan secara daring tersebut, juga dihadiri oleh Leonardus Reinaldy (Founder of Lingkar Bestari), Eirene Christa Luturmas (Founder of Teachnspire), Trifena dan Trifosa (Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2020).

Imam Suryanto yang sekaligus Humas Kementerian Perdagangan itu menjabarkan, peluang yang dapat dimanfaatkan dengan kemunculan masa Bonus Demografi yakni jumlah pengangguran berkurang, meningkatnya daya saing bangsa, membentuk generasi emas yang kreatif dan inovatif, pertumbuhan ekonomi lebih baik, meringankan beban hidup, semakin produktif dan berkualitas SDM, dan peluang Indonesia menjadi negara maju semakin terbuka lebar.

“Semakin banyaknya generasi yang produktif menjadikan kita harus lebih bersemangat dalam belajar dan meningkatkan potensi diri. Karena persaingan yang kompetitif, akan membentuk generasi yang kreatif dan inovatif,” tambah Imam.

Namun, kehadiran Bonus Demografi bukanlah suatu hal yang tidak memiliki dampak negatif.

“Bonus Demografi ini bagaikan dua sisi yaitu, memiliki kesempatan dan tantangan. Tinggal bagaimana kita menyikapinya,” pungkas Imam.

Adapun tantangan yang ditimbulkan dari kehadirannya Bonus Demografi menurut Imam, yakni masih tingginya tenaga kerja dengan pendidikan menengah ke bawah, daya saing tenaga kerja yang relatif rendah (pada tahun 2020, Indonesia menempati posisi ke 40 dari 63 negara dalam IMD World Competitiveness), pendidikan dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja tidak sesuai kebutuhan kerja, dan masih sedikitnya lapangan pekerjaan yang tersedia.

Di akhir sesi paparannya, Imam menjelaskan upaya yang telah dibangun Pemerintah dalam mempersiapkan masa Bonus Demografi.

“Tentunya pemerintah telah mempersiapkan arah menuju kesiapan bonus demografi, mulai dari bidang pendidikan, lapangan pekerjaan, kesehatan, pertumbuhan penduduk, dan teknologi,” ungkapnya.

Pada bidang pendidikan seperti contohnya penerapan merdeka belajar dan kampus merdeka.

“Di mana penerapan kebijakan tersebut berfokus pada pengembangan kreativitas, inovasi, dan kepribadian Siswa dan Mahasiswa. Tentunya hal itu mampu mendorong terciptanya generasi yang berdaya saing tinggi,” tambah Imam.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Leonardus Reinaldy (Founder of Lingkar Bestari) mengatakan Masa remaja merupakan masa yang sangat menyenangkan bagi sebagian besar orang. Pada fase ini, mereka mulai bertemu lingkungan sosial yang lebih luas, beradaptasi, bermain sekaligus belajar bersama, dibarengi dengan kemampuan logika yang berkembang dengan baik.

Bahkan remaja seringkali disebut sebagai agent of change atau agen perubahan, menurut Reinaldy biasa disapa demikian tujuan acara ini adalah untuk Memberi pemahaman dan gambaran mengenai bonus demografi, memberikan pemahaman mengenai strategi dalam mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi, serta bagaimana peran lingkungan dalam mempersiapkan generasi pemuda yang siap menghadapi bonus demografi.

Reinaldy juga menambahkan bahwa untuk mewujudkan bonus demografi memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, oleh karena perlu adanya komitmen yang tinggi dari pemerintah dalam hal ini sebagai pemegang kebijakan. Selain itu sebagai masyarakat yang nantinya akan menghadapi kondisi ini kita sudah harus bersiap menghadapi keadaan ini.

Oleh karena itu, lingkar bestari hadir untuk membantu teman teman sekalian agar dapat mengetahui dan memahami mengenai bonus demografi sehingga mampu mempersiapkan diri dalam menghadapi bonus demografi.