BOR Capai 81 Persen, Bima Arya Tutup Kantor Pemerintahan di Kota Bogor

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah kasus harian Covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat terus bertambah. Penambahan kasus baru positif virus Corona membuat tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Bogor meningkat signifikan.

Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor per Sabtu sore 26 Juni 2021, keterisian BOR di ruang perawatan dan ICU rumah sakit rujukan Covid-19 di wilayah itu mencapai 81,6 persen atau 782 bed terisi dari kapasitas 958 unit.

"Angka BOR sudah mencapai 81,6 persen. Kemarin tersisa hanya 176 bed lagi," kata Wali Kota Bogor Bima Arya, Minggu (27/6/2021).

Bima menyebut angka kasus Covid-19 di Kota Bogor meningkat disebabkan dari beberapa faktor sebaran. Di antaranya, di perkantoran, tempat rekreasi dan perjalanan antar kota atau provinsi.

"Kemudian karena ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan dan kemungkinan besar adanya varian baru yang memang sudah nyata ada di sekitar kita," terang dia.

Mengingat tingginya kasus positif, lanjut Bima, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor akan mengambil beberapa langkah cepat untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

"Semakin lama kita mengambil keputusan semakin banyak nakes (tenaga kesehatan) yang bertumbangan. Kalau " kata dia.

Beberapa kebijakan yang akan diambil adalah memberlakukan work from home (wfh) 100 persen bagi aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Kota Bogor.

"Seluruh (aktivitas) di kantor pemerintahan disetop dulu. Kecuali dinas atau badan yang langsung melayani publik. Ini sedang kita siapkan. Kita mulai ASN Pemkot dulu," ujar Bima.

Tambah Tempat Tidur

Paramedis merawat pasien COVID-19 di Ruang ICU RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/6/2021). Kepedulian paramedis terhadap pasien tetap mereka lakukan walau jumlah pasien COVID-19 terus bertambah. (merdeka.com/Arie Basuki)
Paramedis merawat pasien COVID-19 di Ruang ICU RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/6/2021). Kepedulian paramedis terhadap pasien tetap mereka lakukan walau jumlah pasien COVID-19 terus bertambah. (merdeka.com/Arie Basuki)

Kemudian menambah tempat tidur di ruang perawatan dan ICU rumah sakit rujukan Covid-19 agar pasien yang terpapar tetap bisa terlayani dengan baik.

"Menambah tempat tidur dan nakes yang terpapar ini juga harus dipikirkan. Jangan lupa nakes yang terpapar akan mempengaruhi pelayanan kasus Covid-19," kata Bima.

Hingga Minggu (27/6/2021) ada penambahan 262 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Dengan begitu, saat ini tercatat ada 3.023 pasien yang dinyatakan terpapar dan dirawat maupun menjalani isolasi.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel