Borobudur Duathlon Unggulkan Jalur Sepeda 'Luna Maya'

·Bacaan 2 menit

VIVA – DPD Masyarakat Sadar Wisata Jawa Tengah (DPD MASATA JATENG) dengan RajaLARI.id didukung Badan Otoritas Borobudur (BOB), Pemda DIY dan Pemda Jawa Tengah bersiap menggelar event bertajuk Borobudur Duathlon, 29 Mei 2021 mendatang.

Event olahraga Borobudur Duathlon ini akan digelar secara hybrid yaitu secara daring dan luring. Dalam Borobudur Duathlon ini akan semakin menarik karena akan melewati jalur sepeda terkenal “Luna Maya”. Rute ini berada di Nanggulan, Kulon Progo dengan rute finis sepanjang 46 kilometer.

Ketua Umum MASATA, Panca R Sarungu, mengatakan agenda Borobudur Duathlon tersebut menjadi event kedua setelah sebelumnya di Likupang Sulawesi Utara, 3 April lalu di destinasi super prioritas. Menurut dia, event di Borobodur akan diikuti secara luring oleh 150 peserta dan daring oleh 1500-an peserta.

“Ini menarik karena para peserta akan bersepeda roadbike dari Malioboro menuju Nanggulan, melewati jalur Luna Maya yang sedang terkenal di kalangan pesepeda lalu lewat jalur pedesaan juga sebelum finis di Borobudur. Akan ada beberapa pitstop sebelum nantinya para peserta berlari di 3 kilometer kawasan Borobudur,” ujar Panca.

Panca memastikan di Borobudur Duathlon ini, protokol kesehatan akan diberlakukan. Di antaranya dengan pembagian start menjadi tiga gelombang masing-masing 50 orang. Para peserta, kata Panca, juga dipastikan dalam kondisi sehat sehingga meminimalisir munculnya penularan virus.

“Kami menerapkan protokol kesehatan ketat, harapannya bisa menginspirasi juga penyelenggaraan event-event lain yang bisa mendongkrak pariwisata dan ekonomi. Kami memulai kali ini dan harapannya bisa membawa dampak baik bagi DIY dan Jawa Tengah,” ungkap Panca.

Sementara, Agus Rochiyardi, Direktur Pemasaran BOB, menambahkan dalam event ini ada pitstop di tempat menarik agar peserta bisa foto dan selfie untuk mempopulerkan lokasi wisata. BOB berharap, dari event itu muncul gelombang wisatawan yang tertarik berkunjung sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus.

"Ada sekitar 46 kilometer yang bisa dijelajahi para peserta. Harapannya, ketika mereka memposting baik foto maupun aplikasi GPS seperti Strava atau Endomondo maka jadi viral rutenya. Peserta daring ini kan pasti pakai alat ukur itu. Kalau viral banyak orang tertarik datang menjajal, menimbulkan multiply effect ke masyarakat sekitar,” ucap Agus.

Agus berharap gelaran Borobudur Duathlon menjadi stimulus bagi penyelenggaraan event-event ke depan. “Mudah-mudahan geliat di Joglosemar bisa maksimal ke depan,” tutup Agus.