Borok Grup Raksasa China Pemilik Inter Milan Terbongkar

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Eder marah besar kepada manajemen Jiangsu Suning yang memilih membubarkan tim. Padahal para pemain sudah berjuang ekstra untuk tampil maksimal di setiap pertandingan, bahkan sampai juara.

Suning Group sebagai pemilik klub yang jadi sasaran amukan Eder. Mantan pemain Inter Milan itu merasa diperlakukan dengan sangat tidak pantas.

Bahkan dia menganggap Suning Group tidak memiliki hasrat untuk benar-benar berinvestasi dalam sepakbola. Walau mereka kini adalah pemegang saham mayoritas Inter Milan.

"Suning tidak akan terus berinvestasi dalam sepakbola. Mereka tidak menghormati semua karyawan dan pemain. Mereka meninggalkan kami tanpa gaji dan mencegah kami bermain untuk klub lain," ujar Eder, dikutip dari Oriental Sports Daily.

"Mereka semua adalah pembohong. Kami melakukan hal yang hebat untuk Suning Group, bahkan memenangkan kejuaraan di China, tapi kami tidak mendapat perlakuan dan rasa hormat yang pantas kami terima," imbuhnya.

Kebijakan manajemen untuk membubarkan tim Jiangsu Suning yang jadi sebab Eder marah. Alasannya tidak jelas, bahkan tidak ada tanda-tanda mengalami kebangkrutan.

"Jika Suning Group bangkrut, saya bisa memahaminya, tapi tidak dengan bagaimana mereka memperlakukan kami. Dikurung di hotel selama bebera[a bulan, menyebarkan nama Suning ke seluruh dunia, tapi kami menerima perlakuan seperti itu," tuturnya.

Pemain asal Brasil itu kemudian menunjuk spesifik orang yang dianggapnya selalu berbohong, yaitu Direktur Olahraga Jiangsu Suning.

"Direktur Olahraga selalu membuktikan dirinya sebagai pembohonh dan tidak akan pernah menghormati apa yang dia janjikan kepada kami."