Borong Piala Oscar, Ini Sinopsis Film Nomadland

Ichsan Suhendra
·Bacaan 2 menit

VIVA – Film Nomadland memenangkan penghargaan paling banyak di ajang Academy Awards ke-93 atau Oscar 2021. Ia dipilih sebagai film terbaik dan mengguli Sound of Metal, Mank and Minari dan Promising Young Woman dalam kategori tersebut.

Penghargaan kedua yang diterima oleh film Nomandland adalah kategori Sutradara terbaik atau Best Director yaitu lewat Chloe Zhao. Lalu Nomadland berhasil menjuarai kategori best actress lewat penampilan Frances McDormand.

Lalu seperti apa kisah Nomadland hingga bisa memenangkan Piala Oscar dengan kategori yang prestisius tersebut? Baca artikel ini selanjutnya.

Film ini diadaptasi dari buku non-fiksi bertajuk Nomadland: Surviving America in the Twenty-First Century karya Jessica Bruder. Nomadland tayang perdana pada 11 September 2020 di Festival Film Venesia.

Selain banyak meraih piala Oscar, Nomadland juga meraih penghargaan Golden Lion dan People's Choice Award di Toronto International Film Festival. Hal itu menjadikan Nomadland film pertama yang memenangkan hadiah utama di Venesia dan Toronto sekaligus.

Nomadland bercerita tentang tokoh bernama Fern yang diperankan Frances McDormand. Ia mengalami kehidupan di masa tuanya dengan kesulitan karena ditinggal pergi oleh selama-lamanya untuk sang suami. Hal itu diperburuk karena Fern tak lagi memiliki pekerjaan.

Pabrik gipsum tempat bekerja di kotanya tutup. Sebagai seorang perempuan yang tidak lagi muda, Fern kesulitan mendapat pekerjaan baru. Akhirnya ia menjual sebagian besar barang miliknya dan membeli mobil RV untuk pindah ke kota lain. Fren berharap dapat kehidupan baru yang lebih indah.

Fern berkeliling ke sejumlah negara bagian untuk mencari pekerjaan baru sendirian. Suatu hari, Fern akhirnya mendapat pekerjaan sebagai pekerja musiman.

Berkar bantuan seorang teman, Fern mendapat undangan untuk datang ke pertemuan musim dingin gurun pasir di Arizona yang diselenggarakan oleh Bob Wells. Acara tersebut merupakan ajang pertemuan untuk komunitas sesama pengembara.

Fern awalnya menolak tawaran itu. Akhirnya ia memutuskan untuk datang sembari menunggu cuaca membaik dan memulai pencarian pekerjaan baru di daerah tersebut.

Selama berada di komunitas tersebut, Fern bertemu dengan sesama pengembara dan belajar keterampilan bertahan hidup di jalan. Bukan hanya ilmu baru, Fern juga mendapat kawan baru bernama Swankie. Setelahnya baru Fren tau Swankie mengidap kanker.

Dari Swankie, Fern mengambil pelajaran berharga untuk terus bersyukur dengan hidupnya. Selain Swankie, Fern bertemu pengembara lain dan mendengarkan berbagai cerita memilukan dari mereka.