Bos Alfamart Jadi Orang Terkaya ke-9 di RI, Ini Sepak Terjangnya

·Bacaan 2 menit

VIVA – Bisnis ritel dengan konsep mini mart atau minimarket cukup menjanjikan. Bagaimana tidak, salah satu pendiri bisnis ritel yang paling menjamur di Indonesia masuk daftar 10 orang terkaya di Indonesia.

Dia adalah pendiri Alfamart, Djoko Susanto yang kini mantap di posisi ke-9 orang terkaya di Indonesia versi Forbes. Dihimpun VIVA Bisnis dari data Forbes Real Time Billionaires, kekayaan Djoko kini sebesar US$2,3 miliar atau sekitar Rp32,94 triliun (menggunakan kurs referensi Rp14.324 per dolar AS).

Djoko Susanto dengan nama lahir Kwok Kwie Fo memulai bisnis dari meneruskan kios ayahnya yang kemudian mengembangkannya dengan konsep minimarket. Pria kelahiran Jakarta, 9 Februari 1950 ini disebut berhasil mendirikan Alfamart bersama dengan Putera Sampoerna, generasi ketiga dari keluarga Sampoerna di Indonesia.

Berdasarkan data VIVA, minimarket Alfamart yang beroperasi sudah mencapai lebih dari sepuluh ribu toko di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali dan Sulawesi. Djoko memulai bisnis sejak usia 17 tahun. Ia pun memutuskan untuk mulai mengurusi kios orang tuanya di Pasar Arjuna, Jakarta yang bernama Sumber Bahagia. Barang yang dijual saat itu adalah bahan makanan.

Setelah itu, Djoko berpikir untuk menjajakan rokok di kiosnya dan mendapat respons positif. Para pengecer, pengusaha grosir dan konsumen pun jadi pelanggan tetapnya.

Hal itulah yang menarik perhatian Putera Sampoerna yang memiliki perusahaan tembakau dan cengkeh terbesar di tanah air saat itu. Mereka pun bertemu pada 1980 dan 5 tahun kemudian mereka pun sepakat bekerja sama dan membangun 15 kios rokok di beberapa titik di Jakarta.

Lalu pada 27 Agustus 1989 berdirilah Alfa Toko Gudang Rabat yang didirikan oleh Djoko Susanto dan Putera Sampoerna. Kemudian pada 1994 berdiri Alfa Minimart yang selanjutnya dikenal dengan Alfamart.

Kerja sama Djoko Susanto dan Putera Sampoerna berakhir pada tahun 2005 ketika Sampoerna menjual bisnis tembakau berserta anak perusahaannya (termasuk 70 persen saham Sampoerna yang ada di Alfamart) kepada Philip Moris Internasional.

Philip yang tidak tertarik bisnis ritel pun menjual saham tersebut ke Djoko dan Northstar. Kemudain pada 2010 Djoko membeli Northstar sehingga ia memiliki 65 persen saham perusahaan. Pada 2007, Djoko pun mendirikan Alfamidi.

Tapi, di tengah perjalanan usaha memang tak semua bisnisnya mulus. Alfa Supermarket terpaksa dijual ke Carrefour karena omzet kurang memuaskan. Djoko pun masih fokus dengan bisnis ritel yang kini menjadikannya salah satu orang terkaya di Indonesia.

Baca juga: Daftar Orang Terkaya di Indonesia Terbaru, Siapa Saja Mereka?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel