Bos Bali United Angkat Bicara Soal Jersey, Sponsor Bejibun dari Produk Makanan sampai Drama Ojol

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Bali United menjadi perbincangan selama tampil di Piala Menpora 2021. Penyebabnya, terdapat satu logo sponsor akun instagram @dramaojol.id yang terletak di bagian depan, tepatnya di sebelah kanan logo klub.

Banyak warganet yang penasaran bagaimana bisa sebuah akun instagram hiburan seputar ojek online bisa mensponsori klub sebesar Bali United. Nominal untuk memasang logo di jersey klub Liga 1 tentu tak murah.

Terlepas dari itu, klub berjulukan Serdadu Tridatu itu sudah sejak lama menjadi klub yang diperbincangkan karena banyaknya sponsor atau logo perusahaan di kostum yang dipakai pemain. Banyak yang menyebutnya dengan istilah “jersey balap”.

Istilah itu muncul karena selama ini jersey pebalap memang memiliki banyak logo sponsor yang memenuhi seluruh area baju, seperti MotoGP. Di jersey Bali United sendiri total terdapat 18 logo yang berada di bagian depan, belakang, lengan, hingga celana.

CEO Bali United, Yabes Tanuri, angkat bicara mengenai apa yang terjadi pada klubnya itu. Menurutnya, banyaknya sponsor yang mendukung sebuah klub itu adalah hal lumrah juga di klub Eropa.

“Kita lihat saja seluruh tim di luar negeri yang terbesar. Ambil contoh saja Barcelona, itu sponsornya banyak. Terus (Real) Madrid sponsornya banyak, Chelsea sponsornya juga banyak. Itu kan klub terbaik dunia,” kata Yabes Tanuri kepada Bola.com.

Keuntungan

Striker Bali United, Ilija Spasojevic (kanan), melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persita Tangerang dalam laga matchday ke-3 Grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (2/4/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Striker Bali United, Ilija Spasojevic (kanan), melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persita Tangerang dalam laga matchday ke-3 Grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (2/4/2021). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Apa yang diutarakan oleh Yabes Tanuri memang benar. Klub-klub Eropa mendapat dukungan dana dari banyak perusahaan. Tapi, masalahnya logo-logo sponsor itu tidak memenuhi seluruh bagian jersey seperti yang terjadi pada Bali United.

Klub-klub Eropa diatur oleh oleh regulasi masing-masing kompetisi domestik dalam peletakan logo sponsor di jersey. Seperti Liga Primer Inggris misalnya, hanya ada dua logo sponsor yang boleh tercantum, yakni satu di bagian depan dan satu di lengan kiri.

Secara estetika, regulasi sponsor dalam kostum itu cukup berdampak positif karena tidak terlalu merusak desain. Ini juga menaikkan nilai kontrak dengan sponsor karena keterbatasan ruang untuk memasang logo di jersey klub.

Jersey Balap? Tak Masalah

Kiper Bali United, Wawan Hendrawan saat melawan Persita Tangerang dalam laga matchday ke-3 Grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (2/4/2021). Bali United bermain imbang 1-1 dengan Persita. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Kiper Bali United, Wawan Hendrawan saat melawan Persita Tangerang dalam laga matchday ke-3 Grup D Piala Menpora 2021 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (2/4/2021). Bali United bermain imbang 1-1 dengan Persita. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Lantas, apakah Bali United tidak berminat dengan membatasi kerja sama sponsor untuk logo pada jersey agar kostum mereka tak disebut “jersey balap”?

“Sebenarnya kami mau cuma satu saja sponsor di jersey. Tetapi, industrinya harus berkembang. Jadi, mesti dihargai sebagaimana mestinya. Kecuali di Indonesia juga masuk sepak bola top dunia,” ucap Yabes Tanuri.

“Belum muncul bahwa logo utama di jersey bagian depan itu akan berharga mahal, itu belum. Kalau ada yang mau bayar mahal satu sponsor saja, oke kami setuju saja. Kenapa tidak? Malah tidak repot. Tapi, kan belum ada,” tuturnya.

Video