Bos Bank Indonesia Beberkan Fokus Bank Sentral pada 2021

Dusep Malik, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, membeberkan bahwa fokus kebijakan Bank Sentral pada tahun ini adalah untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional melalui kebijakan makroprudensial yang akomodatif.

Selain itu, BI juga akan terus berupaya mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan usaha, serta mengimplementasikan penurunan bunga kredit perbankan.

"Untuk makroprudensial, kami mempertahankan kebijakan akomodatif yang kami lakukan di tahun 2020, yakni untuk mendorong kredit dan pembiayaan di mana kami akan mengeluarkan rasio pembiayaan inklusif makroprudensial untuk sektor prioritas dan UMKM," kata Perry dalam telekonferensi di rapat kerja BI dan Komisi XI DPR RI, Selasa 9 Februari 2021.

Perry mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong bank meningkatkan pembiayaan inklusif, yaitu kredit kepada UMKM, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan kelompok subsisten melalui kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM).

Melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), BI juga akan terus berupaya mencari cara untuk mempercepat penurunan suku bunga kredit, mengingat suku bunga acuan BI sudah turun hingga 3,75 persen.

"Kemudian bagaimana supaya suku bunga kredit itu juga bisa cepat turunnya. Di sinilah KSSK, BI, dan OJK harus terus berkoordinasi," ujarnya.

Perry berjanji bahwa ke depan BI akan terus berkoordinasi dengan OJK, guna mencari cara agar bagaimana asesmen kredit bank secara total per jenis kredit maupun terhadap suku bunga kebijakan dan deposito.

"Harapannya kebijakan ini bisa mendorong suku bunga kredit agar turun dan menciptakan permintaan di masyarakat," ujarnya.