Bos Baru PT Sang Hyang Diperiksa Kejaksaan Agung

TEMPO.CO, Jakarta - Selain memanggil Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Udhoro Kasih Anggoro, Kejaksaan Agung juga memanggil Upik Rosalina Wasrin, Direktur Utama PT Sang Hyang Seri. Keduanya dipanggil sebagai saksi dugaan korupsi benih hybrida. Kalangan Penyidik Kejaksaan mengatakan, Upik memenuhi panggilan institusinya. "Telah menjalani pemeriksaan sejak pagi tadi," kata jaksa itu, Kamis, 11 April 2013..

Namun, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi belum mengetahui informasi pemanggilan tersebut. "Nanti saya cek," kata Untung saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Kasus ini bermula ketika Kementerian Pertanian melakukan pengadaan benih hibrida di sejumlah daerah pada 2008 hingga 2012. Kejaksaan menduga, PT Shang Yang memenangkan tender proyek secara rekayasa.

Kejaksaan juga memperkirakan, kontrak pengelolaan cadangan benih nasional sebesar 5 persen tidak disalurkkan pada kantor regional di daerah. Bahkan, ada rekayasa penentuan harga komoditi dan pengadaan benih program cadangan nasional fiktif. Itu seperti pengadaan benih kedelai fiktif, penggelembungan volume dan harga benih kedelai, serta penyaluran subsidi benih yang tidak sesuai dengan peruntukkan.

Kasus ini telah menjerat tiga tersangka yakni Direktur Utama PT Shang Yang Seri (SHS), Kaharudin, karyawan PT SHS, Subagyo, dan Manajer Kantor Cabang SHS Tegal, Hartono.

Upik Rosalina menjabat Direktur Utama PT Sang Hyang sejak Februari 2013. Mantan Direktur Utama Perum Perhutani itu menggantikan Kaharuddin yang menjadi tersangka.

TRI SUHARMAN

 

 

 

Terpopuler

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.