Bos CIA Gelisah karena Temuan Benda Mencurigakan di Luar Gedung Rahasia

Merdeka.com - Merdeka.com - Direktur Badan Intelijen Luar Negeri Amerika Serikat (CIA) William J Burns pekan lalu menyampaikan peringatan kepada seluruh jajarannya setelah ada temuan sebuah tali gantung diri di luar sebuah gedung rahasia yang dipakai CIA di Virginia. Di AS tali gantung diri dikenal sebagai simbol pembunuhan oleh kulit putih terhadap kaum kulit hitam di masa lalu.

Burns menegaskan, tidak ada tempat bagi rasisme dan simbol rasisme di CIA.

Namun sejumlah teka-teki masih melingkupi kejadian ini. Benda itu ditemukan di dekat sebuah gedung kecil tempat sejumlah perkantoran.

Sejumlah sumber yang mengetahui kejadian ini mengatakan, sebetulnya belum begitu jelas juga apakah benar benda itu bisa dikatakan sebuah tali gantung diri atau seseorang yang meletakkan benda itu mengetahui CIA diam-diam berkantor di gedung itu.

Peristiwa ini bukan terjadi di markas besar CIA di Langley, Virginia yang selalu dijaga ketat.

Sumber yang mengetahui insiden ini tidak mau memberikan lokasi tempat benda itu ditemukan. Orang-orang yang diwawancara untuk berita ini tidak mau identitasnya diketahui untuk masalah komunikasi internal CIA dan penyelidikan yang sedang berlangsung.

Sejauh ini CIA tidak punya bukti ada seorang pegawai yang menaruh benda itu atau apakah agen intelijen asing terlibat, kata sejumlah sumber.

Namun temuan benda itu cukup mengganggu sehingga memicu bos CIA buka suara dan menggelar penyelidikan.

"Di CIA tidak ada toleransi atas tindakan atau simbol kebencian dan ancaman yang serius semacam itu," kata juru bicara CIA Susan Miller, seperti dilansir laman the New York Times, Selasa (19/7).

"Nilai-nilai dan misi keamanan nasional menuntut kita menjunjung tinggi inklusivitas dan keamanan."

CIA selama ini berupaya lebih menerima keragaman ras. Di masa pemerintahan Presiden Barack Obama, Direktur CIA John O Brennan membuat laporan tentang keragaman dan membuat sejarah dengan meningkatkan penerimaan anggota kulit hitam dari berbagai universitas.

Gina Haspel, direktur CIA di masa pemerintahan Donald Trump, membuat iklan kampanye untuk membuat CIA makin beragam.

Sebuah laporan yang dirilis Kantor Direktur Intelijen Nasional tahun lalu menyatakan 12,3 persen dari pegawai sipil di sejumlah kantor intelijen adalah kulit hitam.

Secara keseluruhan, jumlah orang kulit hitam mengalami peningkatan antara 2019-2020. Namun jumlah mereka yang berada di jajaran pejabat tinggi masih rendah.

Darrell Blocker, mantan pejabat senior CIA yang sudah bertugas selama 30 tahun menyambut baik upaya keragaman tersebut. Meski begitu, kata dia, seperti juga di tempat lain, rasisme masih ada di CIA, kata dia.

"CIA adalah mikrokosmos yang merekrut pegawai jadi tidak mengherankan bagi mereka yang paham bahwa rasisme sudah mengakar di semua institusi sepanjang sejarah kita," kata Blocker yang orang kulit hitam. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel